Geliat Sektor Perikanan Dukung Kawasan Minapolitan

Seorang petani tambak memanen  ikan

PINRANG, timurnews.com --- Sejak tiga tahun terakhir, sektor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pinrang terus menunjukkan perkembangan yang positif.  Itu disebabkan,  adanya dukungan pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan anggaran yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kemajuan sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu visi selama kepemimpinan Bupati Pinrang H. Andi Aslam Patonangi SH. Msi, dan Drs H. Andi Kaharuddin Machmud yakni “Terwujudnya masyarakat sejahtera melalui penataan program pembangunan pro rakyat menuju terciptanya Kawasan Agropolitan dan Minapolitan yang didukung oleh penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance)”.

Adapun dana APBD untuk kegiatan sektor kelautan dan perikanan mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Untuk 2009 hingga 2011, dana APBD yang terserap di sektor tersebut berkisar Rp 5,9-6,3  miliar. Pada 2012 dan 2013 meningkat menjadi Rp 8,5 miliar dan Rp 11,9 miliar lebih.  "Ini peningkatan yang cukup fantastis, sebab pemerintah dibawah kepemimpinan Andi Aslam memang konsen pada pembangunan masyarakat pesisir,” kata H. Andi Budaya Hamid Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pinrang.

Sementara,  dana APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan tugas pembantuan  pun mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk DAK tahun 2009 hingga 2013 masing masing Rp 3,6 miliar, Rp 5,2 miliar, Rp 4,3 miliar, Rp 3,8 miliar dan Rp 5 miliar.  Sedangkan dana tugas pembantuan untuk tahun 2010 mencapai Rp 1,2 miliar lebih, pada 2012 meningkat menjadi Rp 3,8 miliar lebih dan tahun 2013 dana tugas pembantuan menembus angka Rp 38,8 miliar lebih, sehingga jumlah APBN 2013 yang mengalir ke Dinas Perikanan dan Kelautan Pinrang mencapai sekitar Rp 50,8 miliar.

Adapun peruntukan anggaran pusat tersebut dipergunakan antara lain untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui bantuan langsung seperti Pemberdayaan Usaha Mina Pedesaan (PUMP). Kegiatan PUMP di pinrang meliputi PUMP perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan. Tahun 2011 jumlah PUMP budidaya sebanyak 16 kelompok pembudidaya ikan meningkat menjadi 35 dan 15 kelompok penangkapan tahun 2012.

Sedangkan tahun 2013 jumlah penerima PUMP budidaya sebanyak 50 kelompok, PUMP penangkapan 10 kelompok dan pengolahan sebanyak 5 kelompok. ”Setiap kelompok PUMP budidaya menerima paket sarana produksi senilai Rp 65 juta, PUMP tangkap senilai Rp 100 juta dan PUMP pengolah senilai Rp 50 juta.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Kabupaten Pinrang menjadi salah satu kawasan minapolitan percontohan dan industrialisasi perikanan budidaya dari 45 kabupaten dan kota se-Indonesia tahun 2012. MPR


EmoticonEmoticon