Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Bebaskan Bone dari Narkoba


WATAMPONE, TimurNews.com --- Pemerintah Kabupaten Bone, mencanamkan Tahun 2014 merupakan tahun orang bone bebas narkoba. Pernyataan tersebut diucapkan Wakil Bupati Bone  H Ambo Dalle, saat membuka sosialisasi dan penyuluhan narkoba yang dilaksanakan SMAN 2 Watampone bekerjasama dengan dengan Badan Narkotik (BNK) Bone dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provensi Sulawesi Selatan di sekolah tersebut, Selasa, 30 April 2013.

Ambo Dalle menegaskan untuk membebaskan Bone dari narkoba maka harus dimulai dari birokrasi, jika ada pegawai yang narkoba maka kepala unit instansinya yang harus dicopot, kalau pelajar yang narkoba maka Kepala Sekolahnya yang diganti. Ambo Dalle juga meminta kepada BNK dan BNN melakukan sosialisasi dan penyuluhan pada sekolah lainnya termasuk SMP, menurutnya SMP juga rentang dengan narkoba.

"Semua guru di Kabupaten Bone yang jumlahnya kurang lebih 6000 harus bebas narkoba," kata Ambo Dalle.

Sosialisasi yang dilaksanakan tersebut menurut Kepala Sekolah SMAN 2 Watampone  Drs. Haidar bertujuan agar generasi bangsa tidak terpengaruh dan terlibat narkoba. "Mereka harus diberi pemahaman tentang bahaya penggunaan narkoba," kata Haidar.

Adapun pernyataan yang disampaikan Ketua BNK Bone, Andi Gunadil Ukra yakni, bone harus lebih cepat melakukan antisipasi terhadap apa yang  dicanangkan Presiden RI terkait himbauan bebas narkoba. Makanya perlu dilakukan sosialisasi dan penyuluhan pada masyarakat.

"Masyarakat kita harus masyarakat imun (mampu menangkal) tentang peredaran apalagi pemakaian narkoba, masyarakat harus bebas narkoba. Masalah narkoba bukan hanya urusan pemerintah tetapi tanggungjawab seluruh masyarakat," kata Andi Gunadil.

Ketua BNN Provinsi Sulsel, Kombes Pol Drs Richard M. Nainggolan, MM, MBA yang menhadiri langsung sosialisasi tesebut dan menjadi salah satu pemateri. ONE

Siswa SMP/MTs Bone Kerjakan Soal Fotokopi

WATAMPONE, TimurNews.com --- Hari ini Senin, 22 April 2013 Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berlangsung serentak, namun dalam pengerjaan soal juga kacau balau. Dimana masalah yang hampir sama dengan pelaksanaaan UN tingkat SMA juga terjadi dimana soal UN SMP/MTs di Kabupaten Bone juga mengalami kekurangan di beberapa sekolah penyelenggara, sehingga pihak penyelenggara berinisiap mengandakan soal dengan cara fotokopi.

Di SMPN 1 Watampone, satu ruangan yakni ruang I harus mengerjakan soal fotokopi karena soal yang asli tidak cukup di sekolah tersebut. Sebagaimana diungkapkan Kepala SMPN 1 Watampone, Drs Patanjengi kalau satu ruangan di sekolahnya mengerjakan soal yang sudah digandakan. Bahkan menurutnya kalau soal UN tersebut di fotokopi pada malam hari yakni Minggu malam, 21 April 2013.

"Soal digandakan semalam bersama dengan pihak disdik dan polisi," kata Patanjengi.

Pada saat sejumlah wartawan hendak mengambil gambar soal fotokopi yang dimaksud di dalam ruangan terjadi hambatan pengambilan gambar disebabkan adanya larangan dari petugas keamanan walaupun izin telah didapatkan dari kepala SMPN 1 Watampone, Drs Patanjengi sebagai penyelenggara UN.

"Apa gunanya saya disini kalau anda tidak melapor sama saya. Tidak ada yang boleh melewati batas pembatas ujian," ungkap salah seorang wartawan yang menirukan ucapan oknum petugas keamanan tersebut.

"Kalau alasan petugas keamanan melarang wartawan mengambil gambar pada saat UN berlangsung karena mengganggu konsentrasi peserta UN, mengapa Bupati dan rombongannya boleh memasuki ruangan peserta UN," kata wartawan tersebut. ONE


Siswa Bone Sambut UN dengan Dzikir dan Doa


ONE
WATAMPONE, timurnews.com --- Menyambut Ujian Nasional (UN) Tahun ajaran 2012/2013, Senin, 15 April 2013 mendatang ratusan siswa kelas XII SMAN 1 Watampone melaksanakan dzikir dan doa bersama Jumat, 12 April 2013. Tujuannya agar semua siswa yang mengikuti UN dapat berjalan sesuai yang diinginkan dan lulus dengan baik serta semua peserta termasuk pendidik terhindar dari bala bencana.

Menurut Kepala SMAN 1 Watampone, Masseppirang kalau Dzikir akbar dan doa bersama ini dimaksudkan agar semua siswa kelas XII yang akan menempuh UN, Senin, 15 April nanti dapat lulus semua, dan tentu pelaksanaan UN dapat berjalan sesuai yang diinginkan. Selain itu, dzikir akbar dan doa bersama ini dimaksudkan agar segenap pendidik dan kependidikan dan semua siswa serta seluruh komponen yang ada di SMAN 1 Watampone terhindar dari bala bencana.

"Sebagaimana temanya yakni melalui dzikir dan doa bersama kita luruskan niat, satukan tekad, gelorakan semangat demi menggapai suksesnya UN," kata Masseppirang Kepala SMAN 1 Watampone. UN kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana ada 20 paket soal dalam satu ruangan sehingga tidak memungkingkan siswa untuk bekerjasama.

Tahun ini, sebanyak 195 siswa SMAN 1 Watampone yang mengikuti UN dari tiga jurusan, IPA, IPS dan Bahasa. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di SMPN 1 Ulaweng Kabupaten Bone, walaupun pelaksanaan ujian untuk tingkat SMP, MTs baru akan dilaksanakan pada 22 April 2013 mendatang. Di sekolah ini bukan hanya dzikir dan doa bersama dilaksanakan akan tetapi pihak sekolah juga melakukan pertemuan dengan para orang tua/wali siswa.

Pertemuan itu dimaksudkan untuk memberi pemahaman kepada orang tua/wali siswa tentang sistem pelaksanaan UN tahun ajaran 2012/2013. Sekaligus pihak sekolah meminta dan menghimbau orang tua/wali siswa agar mengawasi dan mengarahkan anak-anak mereka di rumah.

"Semua orang tua/wali siswa kelas IX kami undang untuk menyatukan persepsi agar membina dan mendidik anaknya di rumah, khususnya kelas IX yang akan mengikuti UN," ucap M Rustang Kepala SMPN 1 Ulaweng. ONE


Ukuran Otak Bukan Penentu Evolusi Primata

TEMPO

Timurnews.com --- Pengorganisasian di dalam otak, dan bukan semata-mata ukuran otak, mungkin menjadi kunci perbedaan evolusi pada otak primata. Dan juga menjadi kunci kecerdasan mereka.

Dalam studi tersebut, peneliti mengamati 17 spesies dalam rentang waktu 40 juta tahun evolusi. Mereka menemukan perubahan ukuran relatif pada beberapa daerah otak tertentu ketimbang perubahan ukuran otak secara keseluruhan. Perubahan ini menyumbangkan tiga perempat dari proses evolusi otak selama rentang waktu itu.

Hasil penelitian yang diterbitkan 26 Maret lalu dalam Proceedings of the Royal Society B juga mengungkapkan bahwa kenaikan besar dalam korteks prefrontal otak memainkan peran penting dalam evolusi kera besar. "Untuk pertama kalinya, kami dapat mengidentifikasi apa yang begitu istimewa tentang proses organisasi otak kera besar," kata penulis studi, Jeroen Smaers, yang juga ahli biologi evolusi di University College London.

Secara tradisional, para ilmuwan telah berpikir bahwa kecerdasan superior manusia kebanyakan berasal dari fakta bahwa otak kita berukuran tiga kali lebih besar daripada kerabat terdekat manusia yang masih hidup, yaitu simpanse. Namun, ukuran besar tidak selalu lebih baik. Otak yang lebih besar mengambil lebih banyak energi. Dengan demikian, para ilmuwan berhipotesis bahwa reorganisasi otak bisa menjadi strategi cerdas untuk mengembangkan kemampuan mental.

Untuk melihat bagaimana organisasi otak mengevolusi primata, Smaers dan rekannya, Christophe Soligo, menganalisis irisan otak 17 primata yang berbeda. Perubahan yang didapat kemudian dipetakan berdasarkan ukuran otak ke pohon evolusi.

Seiring waktu evolusi, beberapa ukuran otak meningkat pada bagian lain. Kera besar, terutama manusia, terlihat mengalami peningkatan wilayah berwarna putih pada korteks prefrontal. Bagian ini memberi kontribusi kognisi sosial, penilaian moral, introspeksi, dan perencanaan tujuan.

Ketika kera besar menyimpang dari monyet sekitar 20 juta tahun yang lalu, daerah otak yang terkait dengan perencanaan juga mengalami peningkatan ukuran. Ini membantu mereka mengatur gerakan kompleks yang digunakan untuk memanipulasi alat, seperti mendapatkan makanan yang berbeda.

Monyet Gibbons dan Howler menunjukkan pola yang berbeda. Meski tubuh dan otak mereka tetap kecil dari waktu ke waktu, hippocampus yang berperan dalam tugas-tugas spasial cenderung meningkat ukurannya. Ini memungkinkan para monyet mahir dalam hal spasial dan mampu menghuni dalam berbagai lingkungan.

Berbagai Sumber

Suka Menambah Pertemanan dan Berbagi

WATAMPONE, timurnews.com ---- Meski berbeda umur dan tingkatan kelas, keempat pelajar ini sangat selalu berbagi usai mengikuti pelajaran di sekolah. Asti, Imel Dian, dan Jenjeng yang merupakan pelajar sekolah menengah atas (SMA) II ini berbagi tentang pengalaman di kelas masing-masing maupun di sekitar rumahnya.

Mereka juga suka menambah teman untuk berbagi tanpa mengenal siapa orang itu. Keempatnya bahkan mengharap dapat mengenal semua orang untuk diajak berbagi." Kami senang ngumpul dan punya banyak teman. Menurut kami memiliki banyak teman lebih baik ketimbang memiliki satu musuh," kata Imel, kepada  timurnews.com.

Biasanya, keempatnya memilih lokasi untuk berkumpul di tempat yang terbuka. Mereka sepakat agar setiap kali bertemu, masing-masing dari keempatnya harus membawa teman untuk diperkenalkan kepada rekannya yang lain. Tak heran jumlah kelompok pelajar ini terus bertambah.

"Kami juga sudah sepakat untuk tidak saling membuka diri sehingga jika ada sesuatu yang tidak kami sukai dari seseorang diantara kami maka harus dilontarkan dan tidak boleh bicara di belakang," kata Asti. IQ

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Bahas Persiapan Muktamar di Bone

WATAMPONE, timurnews.com ---- Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi di ruang pertemuan kawasan wisata Tanjung Pallette. Pertemuan yang dihadiri 19 perguruan tinggi Muhammadiyah ini guna membahas persiapan muktamar Muhammadiyah ke 47 di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini juga dihadiri calon Wali Kota Makassar Syaifullah saleh dan calon Bupati Sinjai Zainuddin Fatban

"Muktamar kali ini merupakan muktamar ke pertama di abad kedua Muhammadiyah. Masih ada dua tahun untuk mempersiapkannya," ungkap Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel KH Alwiuddin, Minggu 17 Maret 2013, dihadapan para pimpinan perguruan tinggi. Ia menjelaskan, selain membahas persiapan muktamar, kegiatan ini juga merupakan ajang silaturrahim sehingga dapat meningkatkan solidaritas antar perguruan tinggi Muhammadiyah. Alwiuddin menyebutkan muktamar kali ini memiliki kelebihan karena bersamaan dengan muktamar Aisyiah.

Ia berharap agar Muktamar kali ini perguruan tinggi Muhammadiyah dapat saling mendukung dan menutupi kekurangannya sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Selain itu, untuk memeriahkan muktamar kali ini, baiknya digelar dengan porseni antar perguruan tinggi Muhammadiyah dan menghidupkan cabang dan ranting organisasi maupun lembaga Muhammadiyah dengan mengerahkan mahasiswa sesuai format yang sudah disediakan.

Sementara itu, Ketua STKIP Muhammadiyah Bone M Jufri Rasyid menjelaskan, muktamar Muhammadiyah yang akan digelar 2015 mendatang perlu segera disosialisasikan dan pemantapan yang matang olehnya, itu pihaknya siap mengkontribusikan segala yang diperlukan untuk menyukseskan muktamar nanti. IQ

SMA Negeri 4 Watampone Raih Piala Bergilir Invitasi PMR

WATAMPONE, timurnews.com ----  Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 4 Watampone (smapat) memboyong pulang Piala Bergilir Invitasi PMR Wira-Madya Ke V se kabupaten Bone yang dilaksanakan oleh STAIN Watampone di Desa Lanca, Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tanggal 11 sampai dengan 16 Maret yang lalu. Keberhasil membawa pulang piala bergilir tersebut diraih berkat kerja keras Tim PMR Smapat yang diikutkan dalam acara invitasi.

Kegiatan Invitasi PMR Wira-Madya Ke V se kabupaten Bone yang mengangkat tema PMR berkarya dan berbakti dalam bingkai kemanuasian, diikuti hampir semua Sekolah yang ada dikabupaten Bone. Smapat merebut piala bergilir yang seblumnya diraih SMA Negeri Lamuru, setelah berhasil memperoleh 13 piala dalam setiap kegiatan yang diperlombakan. Hal tersebut disampaikan Guru pembina PMR Smapat, Hartina Usman melalui pesan singkatnya kepada timurnews.com.

" Meski Peserta tidak memiliki waktu yang banyak untuk mempersiapkan diri karena undangan agak terlambat diterima, namun dengan semangat yang tinggi siswa smapat tetap maju untuk mengikuti lomba invitasi PMR. Alhamdulillah hasilnya memuaskan dan membawa pulang pialah bergilir invitasi", jelasnya.

Sementara itu, Mhyfthaa Mhiftha Miftha salah seorang siswa Smapat yang merupakan peserta invitasi PMR mengungkapkan rasa bangganya terhadap keberhasil yang diraih sekolahnya dalam kegiatan tersebut. "ini semua keberhasilan kita bersama,bukan hanya milik angkatan tahun ini saja, namun keberhasilan senior dan pembina dalam mengkader kami" ujarnya.IQ

Wakil Bupati Bone Tutup KML

WATAMPONE, timurnews.com ----   Sebanyak 42 peserta pembina Pramuka Mahir penggalan mengikuti kegiatan Kursus Mahir Lanjutan (KML) di Balai Pertanian, Desa Cenranae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone sejak Selasa 14 Maret 2013 lalu dan berakhir hari ini Selasa, 19 Maret 2013. Dari 42 peserta terdapat tiga peserta diantaranya dinyatakan tidak lulus yang disebabkan tidak semua materi diikuti dengan baik.

Wakil Bupati Bone, A Said Pabokori yang juga Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bone mengatakan kegiatan kursus tersebut adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pembina Pramuka yang berpangkalan di sekolah khususnya pembina pramuka di Kecamatan Kahu. "Melihat kondisi bangsa kita ini, maka Pramuka solusinya," katanya.

Said Pabokori juga mengatakan, pembina harus kita beri ilmu dan keterampilan agar dapat mengelolah Kepramukaan dengan baik. Diharapkan pula dengan adanya kursus yang berlangsung selama sepekan maka pembina pramuka dapat membina peserta didik, khususnya anggota pramuka. Menjadi pembina pramuka yang handal maka tentu membutuhkan proses yang tidak singkat. "Pembina pramuka harus mengaflikasikan gerakan pramuka agar dapat menjadi pembina yang handal," kata Said Pabokori.

Anwar Hasri, menjelaskan adanya tiga peserta yang tidak lulus tersebut disebabkan peserta tersebut tidak mengikuti semua materi KML yang berlangsung selama satu minggu. "Berdasarkan hasil kesepakatan para pelatih maka diputuskan kalau ketiga orang peserta tersebut dinyatakan dengan lulus tertunda. Jadi dia boleh saja mengikuti KML apabila ada yang dilaksanakan oleh Kwarcab Bone dengan hanya mengikuti materi yang tidak diikutinya pada KML ini," katanya.

Made Ali salah satu peserta, mengakui kegiatan pramuka membuat dirinya dapat intropeksi diri. "Banyak pengalaman dan pengetahuan serta pendidikan yang saya dapatkan dari kegiatan kursus yang tidak pernah saya dapatkan di organisasi lain," ucapnya.

Selain penutupan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bone, pada acara penutupan juga dihadiri Kapolsek Kahu AKP Slamet Budi Hari, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kahu Andi Mappiati, dan Ketua Kwartir Ranting (Kwarrang) Gerakan Pramuka Kecamatan Kahu Andi Sukmawati, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Cabang (KaPusdiklatcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bone M Darwis.

Pada saat penutupan ditandai dengan penyerahan bendera pataka pelatih dari pinsus ke Ka Kawarcab Bone dan pelepasan tanda peserta oleh Ka Kwarcab Bone. Adapun para peserta terbaik yakni, Made Ali, Suasa, Najamuddin, Sutera, Andi Hariani Hastuti, Firman, Yulianto, Nurjumiah, Hj Hulmah, dan Hj Husniah. IQ

Pembahasan Penyusunan RKPD dan Renja Jadi Sorotan LSM

timurnews.com | IQ

WATAMPONE, timurnews.com --- Pelaksanaan Forum Gabungan Satuan Kerja Perangkap Daerah (SKPD) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Tahun 2013 yang membahas penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2014 dan Rencana kerja (renja) SKPD 2014 pada forum pendidikan dan forum kesehatan dinilai mandul disebabkan panitia pelaksana tidak menghadirkan Anggota DPRD dari Komisi yang bersangkutan.

Pernyataan tersebut dilontarkan Syarifuddin Majid, Ketua LSM Formak Bone di gedung PGRI tempat pelaksanaan pertemuan berlangsung, Selasa 5 Maret 2013. "Jika saya liat dan saya nilai, maka saya katakan bahwa forum ini mandul karna ketidakhadiran anggota DPRD Bone, khususnya komisi yang menangani masalah pendidikan dan kesehatan. Harusnya mereka hadir untuk mengetahui aspirasi masyarakat."

Walaupun tidak ada hadir anggota DPRD dari fraksi yang menangani bidang pendidikan dan kesehatan dalam forum tersebut. Wakil Ketua DPRD Bone, Andi Asia Paranrangi terlihat hadir dalam forum. Saat ditemui tim www.timurnews.com Andi Asia beralasan ketidakhadiran anggota dewan utamanya komisi yang menangani bidang pendidikan dan kesehatan disebabkan tidak adanya undangan yang diterima tentang pelaksanaan kegiatan tersebut dari panitia pelaksana.

"Jangan salahkaan DPRD Bone karena tidak hadir dalam kegiatan ini, mereka tidak hadir karena tidak diundang untuk datang, tidak ada surat yang masuk ke komisi. Jangan sampai nantinya muncul lagi kesan bahwa DPRD tidak peduli dengan masyarakat," katanya.IQ

Ratusan Murid SD Di Bone Ikuti Lomba OSN MIPA

ils

WATAMPONE, timurnews.com  ---  Ratusan murid sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bone, mengikuti lomba Olympiade Sains Nasional (OSN) Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), di SDN 24 Macanang, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Selasa 5 Maret 2013.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, M Rahim kalau ratusan murid peserta OSN Matematika - IPA (MIPA) tingkat kabupaten tersebut, merupakan murid yang berbakat dan cerdas dengan perhitungan kriteria nilai raport kelas III sampai kelas V minimal 7,5 untuk mata pelajaran MIPA. Sebelum mengikuti lomba OSN MIPA tingkat kabupaten, terlebih dahulu mereka mengikuti OSN MIPA tingkat sekolah lalu OSN MIPA tingkat kecamatan untuk mewakili kecamatannya masing-masing.

"Untuk menentukan Juara I dan II pada mata pelajaran Matematika dan IPA, maka penentuannya melalui ujian/seleksi dengan test tertulis di kecamatan, tetapi sebelumnya dijaring di sekolah masing-masing lewat OSN tingkat sekolah untuk mewakili kecamatannya masing-masing. Untuk mewakili kabupaten, yakni yang juara I, II, dan III. Penentuan juara ditentukan oleh tim juri dari Diknas Provinsi Sulsel," kata M Rahim.

Tujuan dilaksanakan OSN MIPA, untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan OSN berkarakter dan mengetahui minat dan bakat peserta didik tentang sains. Kegiatan yang dilaksanakan sekali setahun ini, merupakan program nasional. Setiap kecamatan diwakili empat orang siswa yang termasuk kategori cerdas . Dua orang mewakili lomba OSN Matematika dan dua orang mewakili lomba OSN IPA.

Pelaksanaan OSN tingkat provinsi untuk tingkat SD akan dilaksanakan 8 April 2013 sementara tingkat SMP pelaksanaanya 9 Maret 2013. Untuk lomba tingkat provinsi akan dilaksanakan pada 13 April 2013 yang tujuannya untuk  mencari siswa yang cerdas dan berprestasi.

"Hasil atau output dari OSN MIPA ini, memang ada lembaga yang langsung menerima orang-orang yang cerdas dan berprestasi dan akan dibiayai sampai selesai perguruan tinggi. Sebutlah contohnya Yayasan Kalla Group lewat Athirah School. Tetapi ini hanya berlaku bagi siswa yang juara pada tingkat provinsi dan nasional," kata Drs H Jalaluddin Mulbar, M.Si, konsultan MIPA Diknas Provinsi Sulsel, sekaligus tim juri OSN MIPA. IQ
BIOGRAFI MUKHARRIJ AL-HADIS

BIOGRAFI MUKHARRIJ AL-HADIS

Oleh: Sugiarto


A. Pendahuluan

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, ummat muslim merasa sangat perlu menjaga kesinambungan pedoman hidup dan dasar hukum, maka dilakukan usaha untuk membukukan Al-Qur’an.  Wacana yang sama juga terlihat pada hadis. Berbeda dengan Al-Qur’an yang telah di jamin oleh Allah SWT terhadap pemeliharaannya sehingga Al-Qur’an tidak mungkin mengalami perubahan-perubahan. Sedangkan hadits banyak mengalami perubahan, pemalsuan serta keotentikannya karena hadits pada awalnya pada zaman Rosulullah SAW hadits tidak mendapat perhatian penuh karena Rosulullah SAW menyuruh para sahabat fokus terhadap pencatatan dan pemeliharaan Al-Qur’an.

Sejarah penulisan dan pembukuan hadis dan ilmu hadis telah melewati serangkaian fase hisstoris yang sangat panjang; semenjak nabi SAW., sahabat, tabi’in dan seterusnya hingga mencapai puncaknya pada kurun abad ketiga hijriyah pada zaman Bani Abbasyiyah, yakni masa al- Ma’mun sampai al- Muktadir
Perjuangan para ulama hadis yang telah berusaha dengan keras dalam melakukan penelitian dan penyeleksian terhadap hadis, mana yang sahih dan mana yang dha’if, telah menghasilkan metode-metode yang cukup kaya, mulai dari metode penyusunan dalam berbagai bentuknya, hingga kaidah-kaidah penelusuran hadis.

Kesemua itu tidak terlepas dari para mukharrij hadis yang telah menyumbangkan kejeniusan dan intelektualnya, tidak hanya memilah-milah antara hadis nabi dan juga membatasi maraknya penyebaran hadis-hadis palsu. Sehingga kita dapat mengetahui bahwa hadis sebagai sumber ajaran Islam yang ke dua menempati posisi yang sangat penting dan strategis dalam kajian-kajian keislaman, sedikitnya dengan hanya melihat lika-liku perjalanan historis usaha paraulama itu dalam mencari dan menelusuri hadis-hadis yang dipandang otentik.

Secara garis besar makalah ini akan menguraikan tentang biografi para mukharrij hadis meliputi kisah hidup, negeri tempat mereka menuntut ilmu, guru, bahkan muri-murid mereka serta karya-karyanya dalam ilmu hadis. Diantara mukharrij yang akan dibahas pada tulisan ini adalah : al-Bukhariy, Imam Muslim, Imam Ahmad, Imam malik, dan Imam Abu Daud.

B. Pembahasan

1. Imam Bukhari


Nama lengkap Imam Bukhari adalah Abdullah Muhammad bin Isma’il ibn Ibrahim ibn ibnu al-Mughirah ibn Bardizyah al-ju’hi  adalah ulama hadis yang sangat masyhur, dia lahir pada hari jumat  tanggal 13 Syawwal 194 Hijriyah (21 Juli 810 M) di kota Bukhhara Uzbekistan, wilayah Uni Sovyet termasuk Negara perpenduduk Islam terbesar kelima didunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina. maka tak heran kalau beliau lebih dikenal dengan  nama bukhari karena dia adalah putra daerah Bukhara. Ayahnya bernama Ismail seorang alim dibidang hadis, mempelajarinya dari  ulama terkenal seperti, malik ibn Anas, Hammad ibn Zaid dan ibn al-Mubarak. Tampaknya spesialisasi ayahnya inilah yang mengilhami al-Bukhari untuk menekuni hadis.

Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo’a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.

Kegemaran  belajar agama dimilikinya sejak iya masih berumur 10 tahun di kampung halamannya. Beberapa buku tulisan ulama seperti ibn al-Mubarak (guru ayahnya), dan al-Waki’ sampai dihafalkannya. Imam Bukhari tidak saja mempelajari materi hadis, tetapi beliau juga mengenal biografi para periwayat hadis secara detail. Pada usia 16 tahun dia meninggalkan kampung halamannya iya pergi kehijaz bersama ibunya dalam rangka menunaikan ibadah haji. Kemudian ia tinggal di Madinah untuk beberapa lama.
Pada usia itu al-Bukhari telah berhasil menghafalkan beberapa buah buku tokoh ulama pertama yang prominem, seperti Ibnu Mubarak dan Waki. Beliau merantau kenegri Syam, Mesir jazirah sampai dua kali dank ke Basrah empat kali, ke Hijaz bermukim 6 tahun dan pergi ke Bagdag bersama-sama para ahli hadis yang lain sampai delapan kali. Menurut pengakuannya, kitab hadis yang ditulisnya membutuhkan jumlah guru tidak kurang dari 1.080 orang guru hadis.

Riwayat yang popular tentang kebesaran al-Bukhari sebagai ulama hadis adalah ketika ia memasuki kota Baghdag. Disana terlibat dalam majelis ulama hadis. Terdapat sepuluh orang ulama hadis muda  yang masing-masing ditugaskan membacakan sepuluh hadis dengan sanad dan matan yang telah di bolak balik atau di acak. Beberapa orang dicoba untuk memberi komentar tentang hadis yang dibacakan tadi. Tidak seorangpun melaksanakan tugas dengan memuaskan. Akhirnya al-Bukhari tampil memberikan komentar satu persatu hadis. Mengomentari kesalahnnya lalu bukhari memberikan pembetulan atas kesalahan tersebut. Demikian ia berkomentar dari hadis orang pertama hingga orang kesepuluh, hingga genap seluruhnya seratus  hadis. Tidak seorangpun ulama membantah atas komentar al-Bukhari tersebut.   Para ulama yang hadir tercengang dan terpaksa harus mengakui kepandaian, ketelitian dan hafalannya dalam ilmu hadis.

Imam Bukhari telah memperoleh hadis dari beberapa huffadh, antara lain Maky ibn Ibrahim, ‘Abdullah ibn ‘Usman Al-Marwazy, Abdullah ibn Musa Al-‘Abbasy, Abu ‘Ashim Al-Syaibany dan Muhammad ibn ‘Abdullah Al-Anshari.

Bersama gurunya Syekh Ishaq, beliau menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275 hadits..
Selain itu  hadis Imam Bukhari pun pernah dikutip olah 289 ahli hadis dalam kitab Shaih mereka,  diantara ahli hadis tersebuat adalah Imam Muslim, Abu Zur’ah, Al-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Al-Nasa’i.
Karya-karya Imam Bukhari

Karya-karya beliau banyak sekali, diantaranya adalah:

1. Al-jami’ Al-Musnad Al-Shahih Al-Mukhtashr min Umar Rasulillah wa sunani wa Ayyamihi atau biasa disebut shahih Al-Bukhari. Kitab ini ditulis  ketika iya berada di Mekkah dan penulisannya berakhir ketika iya berada di Madinah. Buku ini disebut al-jami karena menghimpun berbagai tema, seperti Huku, Fadhilah, berita ummat terdahulu, adab, dan lain-lain. Kumpulan hadis-hadis sahih ini  beliau persiapkan selama 16 tahun.  Beliau sangat berhati-hati menuliskan tiap hadis pada kitab ini, ternyata setiap hendak mencantumkan dalam kitabnya, beliau lebih dahulu mandi dan shalat sunnah dan beristikhorah minta petunjuk kepada Allah tentanh hadis yang akan ditulisnya.

Dikatakan Muhammad Abu Syahbah dalam buku Muh. Zuhri bahwa, Dari sekian ratus ribu hadis yang iya hafal, untuk dimasukkan kedalam kitabnya iya mengadakan seleksi ketat bila iya merasa sreg, barulah memasukkan hadis tersebut.  iya melakukan hal ini selam kurang lebih 16 tahun.  Ini bukan satu-satunya cara untuk menentukan keshahihan hadis secara ilmiah, namun lebih dari itu, seluruh ulama Islam diseluruh penjuru dunia setelah mengadakan penelitian sanad-sanadnya mengakui, bahwa seluruh sanad-sanadnya adlah tsiqqah. Walaupun ada beberapa buah yang didakwah lemah sanadnya, namun tidak terlalu lemah sama sekali.

Kitab tersebut berisikan hadi-hadis shahih semuanya, berdasarkan pengakuan beliau sendiri, ujarnya: “saya tidak memasukkan dalam kitabku ini, kecuali shahih semuanya.”

2. Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien” (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien). Kitab ini ditulisnya ketika masih berusia 18 tahun kitab ini merupakan kitab pertama dari Imam Bukhari, dan sekarang tida ada kabar berita tentang kitab tersebut.

3. At-Tarikh

Buku ini ditulis pada usia 22 tahun dalam pada itu iya beserta ibu dan kakaknya bernama Ahmad disaat mereka menunaikan ibadah haji bersama-sama, beliau pernah berkata: Saya menulis buku “At-Tarikh” di atas makam Nabi Muhammad SAW di waktu malam bulan purnama”.

4. Karya-karya yang lain: Al-Adab al Mufrad, At Tharikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat, At Tarikh al Kabir, At Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Kitab al ‘Ilal, Raf’ul Yadain fis Salah, Birrul Walidain, Kitab Ad Du’afa, Asami As Sahabah dan Al Hibah, Birru alwalidain.

Metode Imam Bukhari dalam menulis kitab hadis

Dalam menulis hadis, Imam bukhari menggunakan kaidah penelitian secara ilmiah dan cukup modern sehingga hadits haditsnya dapat dipertanggung-jawabkan. Dengan bersungguh-sungguh ia meneliti dan menyelidiki kredibilitas para perawi sehingga benar-benar memperoleh kepastian akan keshahihan hadits yang diriwayatkan. Ia juga selalu membandingkan hadits satu dengan yang lainnya, memilih dan menyaring, mana yang menurut pertimbangannya secara nalar paling shahih.

Dengan demikian, kitab hadits susunan Imam Bukhari benar-benar menjadi batu uji dan penyaring bagi sejumlah hadits lainnya. Imam Bukhari meninggal dunia pada tanggal 1 Syawal 256 H ( 31 Agustus 870 M) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau dimakamkan selepas Shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri. Sebelum meninggal dunia, ia berpesan bahwa jika meninggal nanti jenazahnya agar dikafani tiga helai kain, tanpa baju dalam dan tidak memakai sorban. Pesan itu dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat setempat. Beliau meninggal tanpa meninggalkan seorang anakpun.

2. Imam Muslim

Imam Muslim memiliki nama lengkap Abu Al-Husain Muslim ibn Al-hajjaj Al-Qusyairi. Lahir di Naisabur kota kecil di iran bagian timur laut pada tahun 204 H. (820 M). Keramahannya kepada orang lain telah membuat dirinya sebagai pedagang yang sukses. Ia dikenal sebagai dermawan Naisabur. Seperti pada umumnya ulama lain, ia belajar semenjak kecil, saat dia berusia kurang dari lima belas tahun (218 H). Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berfikir dan ingatan hafalan. Beliau kunjungi kota Khurasan untuk berguru hadis kepada Yahya ibn Yahya dan Ishaq ibn Rahawaih; didatanginya kota Rey untuk belajar hadis kepada Muhammad ibn mahran, Abu hasan dan lainnya; di Hujaz ditemuinya Yajiz ibn Mansur dan Abu Mas’ad, dan di mesir beliau berguru kepada Amir ibn Sawad, Harmalah ibn yahya dan kepada ulama hadis yang lain.

Selain yang disebutkan di atas beliau masih berguru kepada ulama hadis lainnya seperti Qatadah ibn Said, Al-Qa’naby, Ismail ibn Abi Uwais, Muhammad ibn Al-Mutsanna, Muhammad ibn Rumhi dan lain-lainnya. Demikian juga, Imam Muslim mempunyai banyak murid terkenal, seperti, Imam al-Turmudzi, ibn Khuzaimah, Abdurrahman ibnuabi Hatim.

Imam Muslim menjadi orang kedua terbaik dalam masalah ilmu hadits (sanad, matan, kritik, dan seleksinya) setelah Imam Bukhari. “Di dunia ini orang yang benar-benar ahli di bidang hadits hanya empat orang; salah satu di antaranya adalah Imam Muslim,” komentar ulama besar Abu Quraisy Al Hafizh. Maksud ungkapan itu tak lain adalah ahli-ahli hadits terkemuka yang hidup di masa Abu Quraisy.

Karya-karya Imam Muslim
1. Shahih Muslim yang judul aslinya, Al-Musnad Al-Shahih, Al-Mukhtasharmin Al-Sunan bi Naql Al-‘Adl’an Al-‘Adli’an Rasul Allah. Para ulama menyebut kitab shahih ini sebagai kitab yang belum pernah didapati sebelum dan sesudahnya dalam segi tertib susunannya, sistematis isinya, tidak tertukar-tukar, dan tidak berlebih dan tidak berkurang sanadnya. Menurut munzier saputra secara global kitab ini tidak ada bandingannya dalam ketelitian menggunakan isnad.  Berdasarkan hitungan Muhammad Fuad Abdul Baqi, kitab Shahih Muslim memuat 3.033 hadits.
 
2. Al-Musnad Al-Kabir, Kitab yang menerangkan nama-nama rijal Al-hadits

3.Karya-karyanya yang lain: Aljami’ Alkabir. Kitab I’lal wa Kitabu Auhamil Muhadditsin, Kitab Al-Tamyiz, Kitabu man Laisa lahu Illa Rawin Wahidun dll.

Metode Imam Muslim dalam menyusun kitab hadis mengenai metode penyusunan hadits, Imam Muslim menerapkan prinsip-prinsip ilmu jarh, dan ta’dil, yakni suatu ilmu yang digunakan untuk menilai cacat tidaknya suatu hadits. Beliau juga menggunakan sighat at tahammul (metode-metode penerimaan riwayat), seperti haddasani (menyampaikan kepada saya), haddasana (menyampaikan kepada kami), akhbarana (mengabarkan kepada saya), akhabarana (mengabarkan kepada kami), dan qaalaa (ia berkata).

Imam Muslim wafat pada Ahad sore, pada tanggal 24 Rajab 261 H. Semoga Allah SWT merahmatinya, mengampuni segala kesalahannya, serta menggolongkannya ke dalam golongan orang-orang yang sholeh. Amiin.

3. Imam Ahmad

Imam Ahmad mempunyai nama lengkap Abu Abdillah ibn Muhammad ibn Hanbal Al-Marwazy. Pada 20 Rabiul awwal 164 H (780 M). Sejak kecil, Imam Ahmad kendati dalam keadaan yatim dan miskin, namun berkat bimbingan ibunya yang shalihah beliau mampu menjadi manusia yang teramat cinta pada ilmu, kebaikan dan kebenaran. Dalam suasana serba kekurangan, tekad beliau dalam menuntut ilmu tidak pernah berkurang. Bahkan sekalipun beliau sudah menjadi imam, pekerjaan menuntut ilmu dan mendatangi guru-guru yang lebih alim tidak pernah berhenti.

Diusia 16 tahun Imam Ahmad menjelajahi kota Baghdad untuk belajar dan mencari hadis dengan sungguh-sungguh , beliau menghafal lebih satu juta hadis sepanjang hidupnya. Beliau juga salah seorang pelopor dalam sejarah Islam yang mengkombinasikan antara ilmu hadis dan fiqh.  Setelah menjelajah di bagdag beliau melanjutkan ko kota Mekkah, Madinah, Syam, Yaman, Basrah, dan lainnya.
Beliau menuntut ilmu dari banyak guru yang terkenal dan ahli di bidangnya. Misalnya dari kalangan ahli hadits adalah Yahya bin Sa’id al Qathan, Abdurrahman bin Mahdi, Yazid bin Harun, sufyan bin Uyainah dan Abu Dawud ath Thayalisi. Dari kalangan ahli fiqh adalah Waki’ bin Jarah, Muhammad bin Idris asy Syafi’i dan Abu Yusuf (sahabat Abu Hanifah ) dll. dalam ilmu hadits, beliau mampu menghafal sejuta hadits bersama sanad dan hal ikhwal perawinya. Imam Ahmad selain sebagaiseorang Muhadditsin, terkenal juga sebagai salah seorang pendiri dari salah satu madzhab empat yang dikenal oleh orang-orang kemudian, dengan nama madzhab hanabilah (Hanbali).

Karya-karyanya :

Diantara karya-karyanya yang paling terkenal adalah Musnad Al-Kabir. Kitab musnad karangan imam Ahmad ini merupakan satu-satunya kitab musnad terbaik dan terbesar diantara kitab-kitab musnad yang pernah ada. Kitab ini berisikan 40.000 buah hadis. Selain itu karya-karya yang lainnya adalah: Al-Ilal wa Ma’rifat Al-Rijal, Tarikh, Al-nasikh wa Al-Mansukh, Al-tafsir, Al-Manasik, Al-Asyribah dll.
Kematian Imam Ahmad

Imam Ahmad  lama mendekam dalam penjara dan dikucilkan dari masyarakat, namun berkat keteguhan dan kesabarannya selain mendapat penghargaan dari sultan juga memperoleh keharuman atas namanya. Ajarannya makin banyak diikuti orang dan madzabnya tersebar di seputar Irak dan Syam. Tidak lama kemudian beliau meninggal karena rasa sakit dan luka yang dibawanya dari penjara semakin parah dan memburuk. Beliau wafat pada 12 Rabi’ul Awwal 241 H (855). Pada hari itu tidak kurang dari 130.000 Muslimin yang hendak menshalatkannya dan 10.000 orang Yahudi dan Nashrani yang masuk Islam. Menurut sejarah belum pernah terjadi jenazah dishalatkan orang sebanyak itu kecuali Ibnu Taimiyah dan Ahmad bin Hanbal. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat atas keduanya. Amin.

4. Imam Malik

Nama lengkap Imam Malik ibn Anas adalah Imam Abu Abdillah Malik ibn Anas ibn Malik ibn Abu Amir ibn Amir ibn Al-harits. Lahir dimadinah pada tahun 91 H. disamping itu ada yang mengatakan beliau lahir pada tahun 93 H, dan ada pula yang mengatakan 97 H.  setelah dikandung selama tiga tahun . Kakek dan ayahnya adalah ulama hadits terpandang di Madinah. Maka semenjak kecil, Imam Malik tidak meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu. Ia merasa Madinah adalah kota dengan sumber ilmu yang berlimpah dengan kehadiran ulama-ulamabesar.

Diusia 21 tahun beliau membentuk satu majlis di masjid Nabawi pada saat beliau menginjak dua puluh satu tahun, dan pada saat itu guru beliau Nafi’ hiudp. Semua itu agar dapat mentransfer pengetahuannya kepada kaum muslimin serta kaum muslimin dapat mengambil manfaat dari pelajaran yang di sampaikan sang imam.
 
Karena keluarganya ulama ahli hadits, maka Imam Malik pun menekuni pelajaran hadits kepada ayah dan paman-pamannya. Selain berguru dari ayahnya Imam Malik memiliki guru-guru yang lain seperti : Nafi’ , Abu Az Zanad Abdullah bin Zakwan, Hisyam bin ‘Urwah bin Az Zubair, Yahya bin Sa’id Al Anshari, Abdullah bin Dinar, Zaid bin Aslam, mantan budak Umar, Muhammad bin Muslim bin Syihab AzZuhri, Abdullah bin Abi Bakr bin Hazm, Sa’id bin Abi Sa’id Al Maqburi, Sami

Karya-karya Imam malik :

Diantara karya-karya Imam malik, karya yang paling fenomenal adalah Al-Muwaththa’.  Kitab tersebut disusun selama empat puluh tahun  ditulis pada tahun 144 H atas anjuran khalifah ja’far Al-Manshur.
Almuwaththa’ tidak murni sebagai buku hadis, karewna selain berisikan hadis-hadis nabi, juga opini para sahabatdan tabi’in.tentang hokum dan sumber lainnya.Selain kitab Almuwaththa kitab-kitab lainnya yang pernah ditulis oleh Imam Malik adalah: Risalah fi al qadar, Risalah fi an nujum wa manazili al qamar, Risalah fi al aqdliyyah, Risalah ila abi Ghassan Muhammad bin Mutharrif, Risalah ila al Laits bin Sa’d fi ijma’i ahli al madinah, Juz`un fi at tafsir, Kitabu assir, Risalatu ila Ar Rasyid.

Kematian Imam Malik


Imam malik wafat Beliau meninggal dunia pada malam hari tanggal 14 safar 179 H ( ada juga yang berpendapat tanggal 14 Rabiul Awwal 169 H) pada usia yang ke 85 tahun di kota madinah dan dimakamkan di Baqî` Madinah munawwarah. Beliau meninggalkan tiga orang putra

5. Imam Abu Dawud

Terdapat perbedaan pendapat tentang nama lengkap tokoh imam Abu Daud.

1. Menurut Abdurrahman bin Abi Hatim, bahwa nama Abu Daud adalah Sulaiman bin al Asy’ats bin Syadad bin ‘Amru bin ‘Amir.
2. Menurut Muhammad bin Abdul ‘Aziz Al Hasyimi; Sulaiman bin al Asy’ats bin Basyar bin Syadad
3. Munzier Suparta mengatakan bahwa nama lengkap Imam Abu Daud  adalah Imam Abu Daud Sulaiman ibn Al-asy’ats ibn Ishaq Al-Sijistany.
4. Menurut muh zuhri bahwa nama lengkapnya adalah Sulaiman Ibn al- Asy’ats ibn Ishaq al-Azdawi al-Sijitstani.

Tokoh ini dilahirkan di Sijistan kota ini terletak antara Iran dengan Afganistan), pada tahun 202 H/817M. Mencari ilmu merupakan kesenangan iman Abu Daud sejak kecil. maka kesempatan itu dia gunakan untuk mendengarkan hadits di negrinya Sijistan dan sekitarnya. Kemudian dia memulai rihlah ilmiahnya ketika menginjak umur delapan belas tahun.

Beliau mengelilingi negeri tetangga  Ia belajar hadits dari para ulama yang tidak sedikit jumlahnya, yang dijumpainya di Hijaz,Syam, Mesir, Irak, Jazirah, Sagar, Khurasan dan negeri-negeri lain. Perlawatannya ke berbagai negeri ini membantu dia untuk memperoleh pengetahuan luas tentang hadits,kemudian hadits-hadits yang diperolehnya itu disaring dan hasil penyaringannya dituangkandalam kitab As-Sunan.

Abu Dawud mengunjungi Baghdad berkali-kali. Di sana ia mengajarkan hadits dan fiqih kepada para penduduk dengan memakai kitab Sunan sebagai pegangannya. Kitab Sunan karyanya itu diperlihatkannya kepada tokoh ulama hadits,Ahmad bin Hanbal. Kemudian Abu Dawud menetap di Basrah atas permintaan gubernur setempat yangmenghendaki supaya Basrah menjadi “Ka’bah” bagi para ilmuwan dan peminat hadits.

Di antara guru beliau yang terdapat di dalam sunannya adalah; Ahmad bin Muhammmad bin Hanbal as Syaibani al Bagdadi, Yahya bin Ma’in Abu Zakariya, Ishaq binIbrahin bin Rahuyah abu ya’qub al Hanzhali, Utsman bin Muhammad bin abi Syaibah abu al Hasan al Abasi al Kufi, Muslim bin Ibrahim al Azdi, Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab al Qa’nabi al Harits al Madani, Musaddad bin Musarhad bin Musarbal, Musa bin Ismail at Tamimi, Muhammad bin Basar, Zuhair bin Harbi (Abu Khaitsamah), Umar bin Khaththab as Sijistani, Ali bin Al Madini, Ash Shalih abu sarri (Hannad bin sarri), Qutaibah bin Sa’id bin Jamil al Baghlani, Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli, Dan masih banyak yang lainnya.

Sebagai ulama besar tentu memiliki banyak murid-murid diantara murid-murid beliau adalah: Imam Abu ‘Isa at Tirmidzi, Imam Nasa’I, Abu Ubaid Al Ajuri, Abu Thayyib Ahmad bin Ibrahim Al Baghdadi (Perawi sunan Abi Daud dari beliau), Abu ‘Amru Ahmad bin Ali Al Bashri (perawi kitab sunan dari beliau), Abu Bakar Ahmad bin Muhammad Al Khallal Al Faqih, Isma’il bin Muhammad Ash Shafar, Abu Bakr bin Abi Daud (anak beliau) dan masih banyak lagi.

Karya-karyanya :

Karya-karya imam abu daud diantaranya: As Sunan, Al marasil, Al Masa’il, Ijabaatuhu ‘an su’alaati Abi ‘Ubaid al Ajuri, Risalatuhu ila ahli Makkah, Tasmiyyatu al Ikhwah alladziina rowaa ‘anhum al hadits, Kitab az zuhd, Ar Radd ‘ala ahli al qadar, An Nasikh wal Mansuk, At Tafarrud, dll.

Diantara kitab-kitab tersebut yang paling terbesar dan terkenal adalah sunan Abi Daud. Imam Abu Daud menyusun kitab sunannya dengan sistimatika Fiqh. Kitab ini berisi 4.800 hadis. Kitab ini sangat memudahkan pembaca dalam mencari hadis-hadis huku, ia juga mengakui bahwa tidak semua hadis yang ditulis itu shahih. Karenanya, ia member catatan sejumlah hadis lemah yang dicantumkan dalam kitabnya. Sehingga pantas kitab ini berada di bawah tingkatan shahih al-Bukhari dan Muslim.   Imam Abu Daud meninggal dunia di Basrah pada tanggal 16 Syawal 275 H(889 M) di usia 73 Tahun.

C. Penutup

Dari uraian di atas dapat dilihat kesimpulan pada bagan berikut :


nama
data pribadi
guru –guru
karya-karya
imam bukhari
Mama lengkap imam bukhari adalah abdullah muhammad bin isma’il ibn ibrahim ibn ibnu al-mughirah ibn bardizyah al-ju’hi, lahir pada tanggal 13 syawwal 194 hijriyah (21 juli 810 m) di kota bukhhara uzbekistan, meninggal pada tanggal 31 agustus 870 m (256 h).
maky ibn ibrahim, ‘abdullah ibn ‘usman al-marwazy, abdullah ibn musa al-‘abbasy, abu ‘ashim al-syaibany dan muhammad ibn ‘abdullah al-anshari.
al-jami’ al-musnad al-shahih al-mukhtashr min umar rasulillah wa sunani wa ayyamihi, qudhaya as shahabah wat tabi’ien, at-tarikh, al-adab al mufrad, at tharikh as shaghir, at tarikh al awsat, at tarikh al kabir, at tafsir al kabir, al musnad al kabir, kitab al ‘ilal, raf’ul yadain fis salah, birrul walidain, kitab ad du’afa, asami as sahabah dan al hibah, birru alwalidain.
imam muslim
nama lengkap imam abul husain muslim bin al-hajjaj bin muslim bin kausyaz al qusyairi an naisaburi, dilahirkan di naisabur pada tahun 202 h/817 m, imam muslim wafat pada ahad sore, pada tanggal 24 rajab 261 h.
imam ad dakhili, yahya bin yahya, ishak bin rahawaih, muhammad bin mahran, abu ‘ansan, ahmad bin hanbal, abdullah bin maslamah; sa’id bin mansur, abu mas ‘abuzar; ‘amr bin sawad, harmalah bin yahya
al-asma’ wal-kuna, irfadus syamiyyin, al-arqaam, al-intifa bi juludis siba, auhamul muhadditsin, at-tarikh, at-tamyiz, al-jami’, hadits amr bin syu’aib, rijalul ‘urwah, sawalatuh ahmad bin hanbal, thabaqat, al-i’lal, al-mukhadhramin, al-musnad al-kabir, masyayikh ats-tsawri, masyayikh syu’bah, masyayikh malik, al-wuhdan, as-shahih al-masnad.
imam ahmad
nama lengkap ahmad bin muhammad bin hanbal bin hilal asy syaibani. beliau lahir di kota baghdad pada bulan rabi’ul awwal tahun 164 h (780 m), dan beliau wafat pada 12 rabi’ul awwal 241 h (855).
yahya bin sa’id al qathan, abdurrahman bin mahdi, yazid bin harun, sufyan bin uyainah dan abu dawud ath thayalisi. dari kalangan ahli fiqh adalah waki’ bin jarah, muhammad bin idris asy syafi’i dan abu yusuf .
karya besar beliau adalah al musnad yang memuat empat puluh ribu hadits, tafsir al qur’an, an nasikh wa al mansukh, al muqaddam wa al muakhar fi al qur’an, jawabat al qur’an, at tarih, al manasik al kabir, al manasik ash shaghir, tha’atu rasul, al ‘ilal, al wara’ dan ash shalah.
imam malik
mâlik bin anas bin mâlik bin abi amir bin amru bin al harits bin ghailân bin hasyat bin amru bin harits. beliau dilahirkan di madinah tahun 93 h beliau meninggal dunia pada malam hari tanggal 14 safar 179 h pada usia yang ke 85 tahun.
nafi’ abu az zanad abdullah bin zakwan, hisyam bin ‘urwah bin az zubair, yahya bin sa’id al anshari, abdullah bin dinar, zaid bin aslam, muhammad bin muslim bin syihab azzuhri, dll
muwaththa, risalah fi al qadar, risalah fi an nujum wa manazili al qamar, risalah fi al aqdliyyah, risalah ila abi ghassan muhammad bin mutharrif, risalah ila al laits bin sa’d fi ijma’i ahli al madinah, juz`un fi at tafsir, kitabu as sir, risalatu ila ar rasyid.
imam abu daud
sulaiman bin al asy’ats bin ishaq bin basyir bin syadad, beliau dilahirkan pada tahun 202 h.
ahmad bin muhammmad bin hanbal as syaibani al bagdadi, yahya bin ma’in abu zakariya, ishaq binibrahin bin rahuyah abu ya’qub al hanzhali, utsman bin muhammad bin abi syaibah abu al hasan al abasi al kufi, muslim bin ibrahim, dll
as sunan, al marasil, al masa’il, ijabaatuhu ‘an su’alaati abi ‘ubaid al ajuri, risalatuhu ila ahli makkah, tasmiyyatu al ikhwah alladziina rowaa ‘anhum al hadits, kitab az zuhd


Daftar Pustaka :

Arifa, Kodifikasi hadiss, http://arifah.wordpress.com/2011/02/04/kodifikasi-hadith/ Bukharimuslim. wordpress.com/riwayat-ahli-hadist/ Bukharimuslim. wordpress.com/sejarah-singkat-imam-muslim/ kabarislam.wordpress.com/2012/02/11/mengenal-imam-hanafi-imam-malik-imam-syafii-dan-imam-hambali/ Lidwa.com/2011/biografi-imam-abu-daud/ Suparta Munzier. 2010. Ilmu hadis. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. www.scribd.com/doc/67386478/3/Sejarah-Singkat-Imam-Abu-Dawud www.google.com/search?q=mukharrij+hadis+imam+ahmad&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a Zuhri Muhammad. 1997. Hadis Nabi H adis Nabi Telaah Historis dan Metodologis. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.

MUNASABAH AL-QUR’AN

MUNASABAH AL-QUR’AN


Oleh: Sugiarto

I.    Pendahuluan

Kitab suci al-Qur’an merupakan kitab yang berisi berbagai petunjuk dan peraturan yang disyari’atkan dan al-Qur’an memiliki sebab dan hikmah yang bermacam. Dalam ayat-ayat al-Qur’an memiliki maksud-maksud tertentu yang diturunkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang membutuhkan, turunnya ayat juga bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada masa itu. Susunan ayat-ayat dan surah-surahnya ditertibkan sesuai dengan yang terdapat dalam lauh al-mahfudh, sehingga tampak adanya persesuaian antara ayat satu dengan ayat yang lain dan antara surah satu dengan surah yang lain.


Al-Qur’an adalah kalam Allah yang sekaligus merupakan mukjizat, yang diturunkan kepada Muhammad SAW dalam bahasa Arab, yang sampai kepada umat manusia dengan cara langsung dari Rasul kepada umatnya, yang kemudian termaktub dalam mushaf. Kandungan pesan Ilahi yang disampaikan nabi pada permulaan abad ke-7 itu telah meletakkan basis untuk kehidupan individual dan sosial bagi umat Islam dalam segala aspeknya. Al-Qur’an berada tepat di jantung kepercayaan Muslim dan berbagai pengalaman keagamaannya. Tanpa pemahaman yang semestinya terhadap al-Qur’an, kehidupan pemikiran dan kebudayaan Muslimin tentunya akan sulit dipahami.

Dari hal tersebut sehingga timbul cabang ilmu dari ulumul Qur’an yang khusus membahas persesuaian-persesuaian tersebut, yaitu yang disebut ilmu munasabah atau ilmu tanaasubil ayati wassuwari. Sebagaimana yang dulis Ibnu dalam blognya bahwa Orang yang pertama kali menulis cabang ilmu ini adalah Imam Abu Bakar an-Naisaburi pada tahun 324 H. Kemudian disusul oleh Abu Ja’far ibn Zubair yang mengarang kitab “Al-Burhanu fi Munasabati Suwaril Qur’ani” dan diteruskan oleh Burhanuddin al-Buqai yang menulis kitab “Nudzumud Durari fi Tanasubil Aayati Wassuwari” dan as-Suyuthi yang menulis kitab “Asraarut Tanzilli wa Tanaasuqud Durari fi Tanaasubil Aayati Wassuwari” serta M. Shodiq al-Ghimari yang mengarang kitab “Jawahirul Bayani fi Tanasubi Wassuwari Qur’ani’’

Umat Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an haruslah mengerti tentang isi kandungan di dalam Al-Qur‟an. Karena dengan mempelajari isi kandungannya kita akan memahami dan mengetahui hukum-hukum dan juga syari‟at islam. Dalam mempelajari Al-Qur‟an ada sebuah ilmu yang namanya Ilmu munasabah. Ilmu Munasabah adalah ilmu yang mempelajari tentang keserasian makna, kesesuaian/ korelasi antara ayat yang satu dengan ayat yang lain di dalam Al-Qur‟an.

Karena itu Ilmu Munasabah sangatlah penting untuk memperdalam pengetahuan kita tentang isi kandungan Al-Qur‟an. Dengan mempelajari Ilmu Munasabah kita dapat mengetahui keindahan sastra yang ada di dalam Al-Qur‟an. sehingga niscaya juga akan memperkuat iman kita terhadap Allah SWT.
Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis akan menguraikan tentang Pengertian Munasabah Al-Qur’an, Bentuk-bentuk Munasabah Al-Qur’an, Serata urgensi dari Ilmu Munasabah.

II.    Pembahasan

a.     Pengertian Munasabah Al-Qur’an

Menurut bahasa, munasabah berarti persesuaian atau hubungan/ relevansi, yaitu hubungan persesuaian antara ayat atau surat yang satu dengan surat atau ayat yang sebelum atau sesudahnya.  Sedangkan menurut istilah adalahSedangkan menurut istilah adalah segi-segi hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain dalam satu ayat, antara satu ayat dengan ayat lain dalam banyak ayat atau antara satu surah dengan surah yang lain-lain.

Dan masih banyak lagi ulama yang memberikan definisi tentang munasabah Al-Qur’an diantaranya : Menurut az ZarkasyiMunasabah adalah suatu hal yang dapat dipahami tatkala dihadapkan kepada akal pasti akal itu akan menerimanya.

Menurut Muhammad Fatir, dikatakan bahwa Munasabah adalah keterkaitan dan keterpaduan hubungan antara bagian-bagian ayat, ayat-ayat, dan surah-surah dalam Al-Qur’an. Hal itu berarti bahwa ayat atau surah baru bias dipahami dengan baik bila berkaitan dan keterpaduan itu diperhatikan. Dengan demikian ungkapan tentang munasabah itu sifatnya ijtihad, yaitu pendapat pribadi dari yang mengungkapkan sebagai hasil ijtihadnya.  Menurut Manna’ al Qaththan Munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan didalam satu ayat atau antara ayat pada beberapa ayat atau antara surah didalam Al Qur’an.  Menurut Ibn Al-Arabi mengatakan Munasabah adalah keterkaitan ayat-ayat Al-Qur‟an sehingga seolah-olah merupakan satu ungkapan yang mempunyai kesatuan makna dan keteraturan redaksi. Munasabah merupakan ilmu yang sangat agung.  Menurut Al-Biqa’I Munasbah adalah suatu ilmu yang mencoba mengetahui alas an-alasan dibalik susunan atau urutan bagian-bagian Al-Qur’an, baik ayat dengan ayat, atau surat dengan surat.

Dari berbagai pendapat ulama di atas dapat disimpulkan bahwa  munasabah berarti menjelaskan korelasi makna anta ayat atau antar surat, baik korelasi itu bersifat umum atau khusus, korelasi berupa sebab akibat dan perbandingan serta perlawanan. Berdasarkan kajian munasabah, ayat-ayat Al-Qur’an bisa dianggap tidak terasing antara satu dengan yang lainnya. Ayat Al-Qur’an dalam kajian munasabah mempunyai keterkaitan, hubungan dan keserasian. Hubungan itu bisa terletak antara ayat dengan ayat, antara nama surat dengan isi surat, awal surat dengan akhir surat, antara kalimat-kalimat yang terdapat dalam setiap ayat, dan lain-lain.

Dalam mengambil kesimpulan, hendaknya memperhatikan ungkapan-ungkapan bahasanya dengan benar dan tidak berlebihan. Perbedaan antara ilmu Asbab An-Nuzul dengan ilmu pertautan (munasabah) yaitu ilmu Asbab An-Nuzul mengaitkan satu ayat atau sejumlah ayat dengan konteks sejarahnya, maka fokus ilmu munasabah adalah persesuaian antar ayat dan beberapa surat pada aspek pertautan antar ayat dan surat menurut urutan teks, bukan pada kronologis historis.

b.    Bentuk-bentuk Munasabah Al-Qur’an

Masing-masing ayat al-Qur’an memiliki keterkaitan satu sam lain. Karena susunan ayat maupun surat yang ada pada mushaf al-Qur’an berasal dari petunjuk nabi Muhammad SAW, tentu tingkat keterkaitannya sangat tinggi dan teratur. Oleh karena itu, pemahaman kandungan al-Qur’an tidak bias sepotong-sepotong, melainkan harus menyeluruh dengan mengaitkan ayat yang satu dengan ayat yang lain atau surat yang satu dengan surat yang lain. Pemahaman demikian ini sering dilakukan oleh para ulama saat ini, terutama dalam memecahkan masalah-masalah yang baru muncul di masyarakat.

Keterkaitan antara pembuka surat dengan isi surat. Pembuka surat ini dilihat dari segi makna, bukan kata. Karenanya, pembuka yang berupa huruf-huruf seperti Alif-Lam-Mim, Ya-Sin dan sebagainya tidak termasuk dalam pembahasan ini, melainkan kalimat atau ayat sesudahnya. Misalnya, surat Thaha tidak lihat dari huruf Tha’ da ha’, tetapi ayat berikutnya. Pembuka surat thaha menjelaskan fungsi al-Qur’an sebagai peringatan untuk manusia, bukan untuk membuat susah manusia.

Ternyata isi surat thaha banyak memuat tentang kisah peringatan para nabi kepada ummatnya, termasuk peringatan nabi Musa a.s kepada Firaun. Demikian Dalam pembagian munasabah para ulama’ juga berbeda pendapat mengenai pengelompokan munasabah dan jumlahnya, hal ini dipengaruhi bagaimana seorang ulama’ tersebut memandang suatu ayat dari segi berbeda.

Dalam penyelidikan para ulama, dihasilkan delapan bentuk keterkaitan makna antar ayat dan surat dalam suhaf Al-Qur’an sebagaiman yang dikatakan Manna al-Kattan dalam buku Moh. Ali Aziz  sebagai berikut:

1. Keterkaitan satu surat dengan surat lain. Misalnya, kandungan surat Al-Fatihah diperluas cakupannya  dengan surat sesudahnya, surat al-Baqarah. Jika surat al-fatihah ringkasan al-Qur’an, maka surat al-Baqarah adalah ensiklopedia al-Qur’an, yakni ringkasan panjang dari kandungan al-Qur’an.

2. Keterkaitan antara nama surat dengan isi surat. Atau keterkaitannya dengan berbagai pembahasan yang menonjol dalam ayat-ayat yang terdapat dalam surat tersebut. Misalnya nama surat al-Ikhlas (murni) disesuaikan dengan isinya menegaskan keesaan allah dan kemurniannya dari segala hal yang disekutukan kepadanya, atau kemurniannya dari segala sifat yang merendahkan kebesarannya. Surat an-Nisa’ (wanita) dinamakan demikian, karena isinya banyak berbicara tentang wanita dan keluarga.Demikian pula surat al-Fil yang dimulai dengan pernyataan agar manusia memperhatikan siksa Allah SWT atas pasukan berkendaraan gajah yang hendak menghancurkan ka’bah. Lalu pada ayat-ayat berikutnya dijelaskan bentuk siksaan tersebut.

3. Keterkaitan antara ayat pertama dengan ayat terakhir dalam satu surat. Misalnya, dalam Surat al-Qashash, pada awal surat disebutkan bahwa nabi Musa a.s tidak akan menolong orang-orang yang berbuat dosa, sedangkan pada akhir surat disebutkan larangan pada nabi Muhammad SAW untuk menolong orang-orang kafir. Jadi intadi inti surat tersebut adalah perintah kepada nabi SAW untuk mengikuti sikap nabi-nabi terdahulu dalam menghadapi kaum pendurhaka.

4. Keterkaitan satu ayat dengan ayat lain. Keterkaitan antar ayat dapat dilihat dari ayat sebelum dan sudahnya maupun ayat-ayat yang terkait dengan masalah yang sama. Misalnya, ayat pertama dari surat al-Mukminun  menejlaskan keberuntungan bagi orang-orang yang benar-benar beriman. Ayat-ayat selanjutnya berkenan dengan karasteristik orang-orang yang benar-benar beriman tersebut.

5. Keterkaitan satu kalimat dengan kalimat yang lain dalam satu ayat. Keterkaitan tersebut meliputi kalimat-kalimat yang saling berpasangan, atau saling berlawanan, dan kalimat yang mengalihkan suatu pembicaraan ke pembicaraan lain yang masih ada keterkaitannya. Contoh ujung ayat 26 surat al-Imran.

6. Keterkaitan antara ujung ayat dengan isi ayat. Penyebutan golongan jin dan manusia di akhir surat an-Nas menunjukkan keterkaitannya dengan kandungan surat, yaitu bentuk-bentuk kejahatan terhadap manusia. Ternyata pelakunya adalah jin dan manusia.

7. Keterkaitan antara penutup surat dengan awal surat berikutnya. Sebagai contoh, di akhir surat al-Fatihah disebutkan petunjuk jalan yang lurus serta pembagian kelompok manusia yang mengikuti dan menolaknya. Di awal surat al-Baqarah, dijelaskan bahwa jalan yang lurus tersebut diterangkan dalam kitab Allah atau al-Qur’an. Sedangkan ayat sesudahnya mengemukakan cirri-ciri orang yang bertakwa, orang yang kafir, dan orang yang munafik. Ketiga kelompok merupakan penjelasan dari orang yang mendapat petunjuk, orang yang sesat hingga orang yang mendapatkan kutukan Allah sebagaimana dijelaskan pada akhir surat al-Fatihah.

Lain yang dikatakan oleh buku Ahmad Saifullah yang di  foto copy bahwa bentuk-bentuk munasabah itu adalah :

1. Munasabah antara bagian-bagian dalam satu ayat,
ada bagian ayat yang berfungsi sebagai penekanan makna bagian sebelumnya. Contohnya adalah:

Terjemahan:

Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu, ( al-Mukminun 23: 36)

2. Musabah antara ayat dengan ayat, yaitu kaitan ayat dengan ayat sebelumnya. Contoh mempertentangkan, misalnya antara sifat (lukisan) tentang mukmin dengan sifat (lukisan) tentang kafir, misalnya adalah : 

Terjemahan

Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". (Ali-Imran 3: 106)

3. Munasabah antara surat dengan surat.

Misalnya keterpaduan antara awal surat dengan akhirnya. Misalnya surat al-Qasas yang dimulai dengan kisah nabi Musa dan ancaman yang dihadapinya dari Firaun sehingga ia lari dari mesir, dan kemudian kembali lagi dan memperoleh kemenangan. Di akhir surat dikisahkan tentang nabi Muhammad SAW yang juga ditentang, kemudian hijrah, lalu kembali, dan berakhir juga dengan kemenangan.

4. Munasabah antara nama surat dan tujuan turunnya, Setiap surat mempunyai tema pembicaraan yang menonjol, dan itu tercermin pada namanya masing-masing seperti surat al-Baqarah 2, surat yunus 18, surat an-Naml 27, dan surat al-Jinn 72.  Contoh dapat dilihat pada surat albaqarah 2 : 67-71.
  
Cerita tentang sapi betina dalam surat al-baqarah di atas mengandung inti pembicaraan tentang kekuasaan tuhan membangkitkan orang mati. Dengan perkataan lain, tujuan surat ini adalah menyangkut kekuasaan tuhan dan keimanan pada hari kemudian.

C. Urgensi Mempelajari Ilmu Munasabah

Ilmu Munasabah Al-Qur’an sangat penting dikuasai dalam menafsirkan Al-Qur’an. Ilmu Munasabah sangat membantu muffasir dalam memahami dan mengeluarkan isi kandungannya.. Ayat-ayat al-Qur’an banyak menceritakan umat-umat terdahulu, baik peristiwa yang berlaku pada mereka maupun kewajiban-kewajiban yang pernah dibebankan atas mereka. Jika suatu ayat dipelajari, tanpa melihat keterkaitannya dengan ayat-ayat lain, maka mungkin akan terjadi penetapan hukum yang sebenarnya hukum itu hanya dibebankan kepada umat sebelum Nabi Muhammad SAW yang tidak diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW.
  
Sebagaimana asbab an-nuzul, munasabah sangat berperan dalam memahami al-Qur’an. Dalam hal ini Muhammad’ Abdullah darraz  dalam buku Rosibon Anwar yang berjudul Ulumul Qur’an berpendapat bahwa, Sekalipun permasalahan yang diungkapkan oleh surat-surat itu banyak, semuanya merupakan satu kesatuan pembicaraan yang awal dan akhirnya saling berkaitan. Maka bagi orang yang hendak memahami sistimatika surat, semestinya ia memperhatikan keseluruhannya, sebagaimana juga memperhatikan segala permasalahannya.

Pengetahuan munasabah pun dapat membantah sebagian anggapan orang bahwa tema-tema Al-Qur’an kehilangan relevansi antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. Contohnya terhadap firman Allah Qur’an surat Al-Baqarah 2: 189:
 
Terjemahan:

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

Orang yang membaca ayat tersebut tentu akan bertanya-tanya, Apakah korelasi antara pembicaraan bulan sabit dengan pembicaraan mentangi rumah? Dalam menjelaskan munasabah antara keduanya, Az-Zarkasyi dalam buku Rosiban Anwar menjelaskan: “Sudah diketahui bahwa ciptaan Allah mempunyai hikmah yang jelas dan mempunyai kemaslahatan bagi hamba-hambanya, maka tinggalkan pertanyaan terntang hal itu, dan perhatikanlah sesuatu yang engkau anggap sebagai kebaikan, padahal sama sekali bukan kebaikan.
  
Pengetahuan munasabah sangat terkait dengan kegiatan penafsiran al-Quran, hal ini hampir mirip dengan fungsinya dengan asbab nuzul al-Quran, jika asbab nuzul terkait dengan pengetahuan yang diperoleh melalui riwayah (hadits atau atsar), maka munasabah terkait dengan pengetahuan yang diperoleh melalui ijtihad.

Selain itu, munasabah hubungan-hubungan teks dalam bentuknya yang akhir dan final, sementara asbab nuzul mengkaji bagian-bagian teks dengan kondisi eksternal atau konteks eksternal pembentuk teks. Dengan kata lain perbedaan itu adalah perbedaan antara kajian tentang keindahan teks dan tentang kerancuan teks terhadap realitas eksternal. Dari sini kita dapat memahami mengapa ulama-ulama kuno berpendapat bahwa ilmu asbab nuzul adalah ilmu histories, sementara munasabah adalah ilmu stilistika.  Dengan pengertian bahwa ilmu ini memberikan perhatiannya pada bentuk-bentuk keterkaitan antara ayat-ayat dan surat-surat.

Keterkaitan antara kedunya adalah saling melengkapi, apabila suatu ayat belum atau tidak diketahui asbab nuzulnya, atau ada asbab nuzulnya tetapi riwayatnya lemah, maka ada baiknya pengertian (pemahaman) suatu ayat ditinjau dari sudut munasabahnya dengan ayat sebelumnya maupun sesudahnya. Pengetahuan tentang munasabah juga membantu dalam pentakwilan dan pemahaman ayat dengan baik dan cermat.

Oleh karenanya, penulis berpendapat bahwa munasabah merupakan salah satu model pendekatan yang digunakan dalam menafsirkan ayat-ayat al-Quran, terutama bagi muffasir yang tidak mengetahui asbab nuzul suatu ayat atau hadits asbab nuzul yang lemah.

Pandangan para ulama yang menanggapi masalah ayat al-Quran dalam konteks munasabah terbagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama menganggap bahwa setiap ayat atau surat dalam al-Quran selalu ada relevansi (munasabah) dengan ayat atau surat lainnya, sedangkan kelompok kedua, menganggap bahwa setiap ayat atau surat tidak selalu ada relevansi dengan ayat atau surat lainnya, tetapi sebagian besar ada relevansi satu sama lain.

Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa antara ayat dengan ayat atau surat dengan surat tidak selalu ada relevensi, kalaupun ada, itu baru bisa diketahui melalui seteleh melakukan proses penelitian munasabah terlebih dahulu yang cukup sulit. Kesulitan itu dirasakan karena tidak ada petunjuk yang jelas yang datang dari nash.

Pengetahuan tentang munasabah bukanlah hal yang tauqifi , melainkan didasarkan pada ijtihad (proses akal) seorang mufassir berdasarkan tingkat pemahaman dan penghayatannya terhadap al-Quran . Hal ini, bukan pula berarti bahwa setiap ayat selalu terdapat korelasi. Oleh karenanya, seorang mufassir tidak perlu memaksakan diri untuk menemukan kesesuaian itu, sebab kalau dipaksakan, maka kesesuaian itu hanyalah dibuat-buat.

Berkaitan dengan itu, perlu disampaikan bahwa ulama tafsir terbagi pada dua kelompok dalam menanggapi masalah munasabah. Kelompok yang menampung dan mengembangkan munasabah dalam menafsirkan ayat, sedangkan kelompok lainnya tidak memperhatikan munasabah sama sekali dalam menafsirkan sebuah ayat. Ar-Razi misalnya adalah orang yang sangat menaruh perhatian kepada munasabah penafsiran, baik hubungan antarayat maupun antarsurat. Sebaliknya, Nizhamudiin an-Naisaburi dan Abu Hayyan al-Andalusi hanya menaruh perhatian besar kepada munasabah antar ayat.

Menurut al-Zarkasyi, kelompok yang menolak munasabah beralasan, bahwa suatu kalimat akan memiliki munasabah bila disampaikan (diucapkan) dalam konteks yang sama, karena al-Quran diturunkan dalam berbagai konteks, maka al-Quran tidak memiliki munasabah. Ulama yang termasuk kelompok ini adalah 'Izz al-Din ibn 'Abd al-Salam, Syeikh Muhammad Syaltut , dan Ma'ruf Daulabi.

Secara umum, ada beberapa  hal yang menunjukkan pentingnya kajian tentang munasabah dalam Alquran:

1. Mengetahui korelasi antara ayat dengan ayat atau surat dengan surat menunjukkan, bahwa Alquran merupakan satu kesatuan yang utuh, tersusun secara sistematis dan berkesinambungan, walaupun diturunkan secara terpisah-pisah dalam rentang waktu sekitar dua puluh tiga tahun. Hal ini akan memperkuat keyakinan, bahwa Alquran merupakan mukjizat dari Allah Swt.

2. Munasabah memperlihatkan keserasian susunan redaksi ayat-ayat maupun kalimat-kalimat Alquran, sehingga keindahannya dapat dirasakan sebagai hal yang sangat luar biasa bagi orang yang memiliki dzauq Araby.

3. Pengetahuan tentang munasabah dapat mempermudah seseorang yang akan memahami Alquran dan berupaya menafsirkannya. Karena dengan metode tafsir bir-ra’yi, para mufassir memerlukan pemahaman yang utuh terhadap makna suatu ayat yang dilihat dari keterkaitannya dengan ayat-ayat lain yang terletak sebelum maupun sesudahnya. Hal ini dapat menghindari pemahaman ayat secara parsial yang berakibat pada kekeliruan makna.

4. Untuk memahami keutuhan, keindahan, dan kehalusan bahasa, (mutu dan tingkat balaghah Al-Qur’an ) serta dapat membantu dalam memahami keutuhan makna Al-Qur’an itu sendiri.

Sementara menurut Abdul Djalal, yang dijelaskan dalam blog Dasep Hanan Mubarok bahwa manfaat mempelajari munasabah ialah sebagai berikut; Mengetahui persambungan/hubungan antara bagian al-Quran baik antara kalimat-kalimat atau ayat-ayat maupun surat-surat, sehingga lebih memperdalam pengetahuan dan pengenalan terhadap kitab al-Quran; Dapat diketahui mutu dan tingkat kebalagahan bahasa al-Quran dan konteks kalimat-kalimatnya yang satu dengan yang lainnya sehingga lebih menyakinkan kemukjizatannya, bahwa al-Quran benar-benar dari Allah; Membantu dalam menafsirkan ayat-ayat al-Quran.

III.    Penutup

Pembahasan mengenai ilmu munasabah merupakan pembahasan yang ijtihadi, bukan tauqifi, mengingat munasabah merupakan hasil dari proses berfikir akal. Munasabah adalah kemiripan-kemiripan yang terdapat pada hal-hal tertentu dalam al-Quran baik surat maupun ayat-ayatnya yang menghubungkan uraian satu dengan yang lainnya. Kategorinya adalah adanya keterikatan (hubungan) redaksi atau adanya keterikatan (hubuangan) maknanya, dengan ayat (surat) setelah atau sebelumnya, secara berurutan (menurut urutan teks quran).

Munasabah merupakan sebuah metode dalam menafsirkan ayat-ayat al-Quran, terutama bagi mufassir bagi yang tidak mengetahui asbab nuzulnya atau riwayat asbab nuzulnya yang lemah. Jenis munasabah terbagi ke dalam beberapa kategori, keterikatan redaksi atau makna, sifat munasabah serta materi munasabah. Untuk mengetahui munasabah ayat, tidaklah mudah. Bagi kita, setidaknya harus menjadi seorang mufassir terlebih dahulu. Bagi mufassir pun perlu kemampuan khusus dalam konteks memahami bahasa dan makna bahasa Arab dalam mengkorelasikan ayat atau surat dalam al-Quran.

Munasabah, merupakan ilmu yang sangat bermanfaat, yakni sebagai sebuah pendekatan atau metodologi dalam memahami ayat atau surat dalam al-Quran, sehingga diperoleh pemahaman yang dapat diterima akal, yang pada gilirannya memberikan informasi yang rasional serta sebagai acuan nilai, sikap, dan perilaku bagi umat Islam.

Dalam Al-Qur’an terdapat tanda-tanda kebesaran Sang Pemberi, yaitu dengan gaya bahasa dan susunan yang begitu indah, di antara susunan Al-Qur’an ada keserasian yang disebut dengan Munasabah. Munasabah sendiri terbagi kedalam beberapa bentuk, diantaranya munasabah antara surat dengan surat, munasabah antara nama surat dengan tujuan turunnya, munasabah antara kalimat dengan kalimat dalam satu ayat, munasabah antara ayat dengan ayat dalam satu surat, munasabah antara fashilat (penutup) ayat dengan isi ayat tersebut, munasabah awal uraian surat dengan akhirnya serta munasabah antara akhir suatu surat dengan awal surat berikutnya.

Untuk memahami keserasian, kemiripan atau makna yang berdekatan pada bentuk-bentuk Munasabah dalam Al-Qur’an tersebut maka diperlukan sebuah ilmu yang antara lain disebut dengan Ilmu Munasabah. Ilmu ini penting sekali bagi seseorang yang ingin mempelajari atau mengkaji makna yang terkandung dalam setiap ayat-ayat dan surat-surat yang bermiripan dalam Al-Qur’an agar tidak terjadi kekeliruan pada saat memahaminya.

Daftar Pustaka :

Anwar Rosihon. 2004. Ulumul Qur’an. Bandung: CV Pustaka Setia
Abd. Chalik Chaerudji. 2007. Ulum Al-Qur’an. Jakarta : Diadit Media.
Al Qattan’ Manna. 1998. Studi Ilmu-ilmu Qur’an.   Khalil. Jakarta: Pustaka Islamiyah.
Departemen Agama RI. 2004.  Al-Qur’an dan Terjemahannya. Surabaya: Mekar Surabaya.
Fatir Muhammad. 2007.  Ulumul Qur’an. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Hasbi Muhammad. 2002. Ilmu-ilmu Al Qur’an. Semarang ; Pustaka Rizki Putra.
 http://hapidzcs.blogspot.com/2011/05/ilmu-munasabah-al-quran.html.
 http://makalah-ibnu.blogspot.com/2009/11/ilmu-munasabah.html,
http://fatihalam.blogspot.com/2011/11/makalah-pengertian-swot.html,  http://makalahjenius.blogspot.com/2012/06/munasabah-al-quran.html,
http://dasep-hanan.blogspot.com/2009/05/munasabah-ayat-al-quran.html,
http://ulumulquran2007.blogspot.com/2008/09/bagian-ketujh-munasabah-dalam-alquran.html?zx=7142c4cf75ddbc81.     
 Shihab Qurais, dkk. 2001.  Sejarah dan ulumul Qur’an. Jakarta: Pustaka Firdaus.





Pemerintah Salurkan Tunjangan Guru Rp 7,6 Triliun

JAKARTA, timurnews.com --- Jika pada tahun 2012 lalu Pemerintah menyalurkan tunjangan guru melalui dekonsentras sebesar Rp 5,7 triliun, tahun 2013 ini pemerintah kembali menyalurkan sebanyak Rp 7,6 triliun tunjangan guru yang sepenuhnya disalurkan melalui pemerintah pusat. Tunjangan tersebut meliputi tunjangan fungsional Non PNS, tunjangan profesi, tunjangan khusus bagi guru di daerah terpencil dan tertinggal, dan tunjangan kualifikasi bagi guru yang melanjutkan ke DIV atau S1.

Dalam keterangan persnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Kemdikbud, Jakarta.  Menyebutkan Anggaran tersebut dialokasikan bagi sebanyak 629.044 guru. Jumlahnya meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 610.685 guru. Dari anggaran tersebut, sebagian anggaran digunakan untuk tunjangan fungsional guru non pns daerah atau guru swasta dan yang belum mendapatkan tunjangan profesi karena belum sertifikasi.

 “Alasan ditariknya anggaran fungsional ke pusat supaya efektif. Tahun lalu penyalurannya sering terlambat. Oleh karena itu, sekarang ke pusat supaya lebih efektif,” katanya.

Mendikbud menyebutkan, pada tahun ini sebanyak 321 ribu guru akan menerima tunjangan fungsional tersebut. Jumlah ini berkurang dari tahun lalu sebanyak 339.573 guru. Menurut Mendikbud, penurunan jumlah penerima tunjangan ini karena sebagian guru swasta telah mendapatkan tunjangan sertifikasi. “Tunjangan fungsional diberikan kepada guru yang belum sertifikasi,” katanya. (*)

Puluhan Siswa Dapatkan Beasiswa di Bone

Puluhan Siswa Dapatkan Beasiswa di Bone


BONE, timurnews.com ---- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Media Mandiri memeberikan bantuan beasiswa dan pelatihan sablon/percetakan pada puluhan siswa di Wisma Fahdil Bone, Sulawesi Selatan Rabu, 6 Fabruari 2013. Siswa yang diberikan beasiswa dan pelatihan mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Penyerahan beasiswa dan pelatihan sablon terhadap Pengurangan Pekerja Anak (PPA)-Program Keluarga Harapan (PKH), merupakan bantuan Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus.

Mastiawaty SAS, yang merupakan penanggungjawab program mengungkapkan saat ini, banyak anak-anak putus sekolah disebabkan biaya pendidikan yang mahal. "Polemik saat ini bagi keluarga atau masyarakat berpenghasilan rendah tidak mampu sekolah adalah biaya pendidikan yang masih tinggi, khususnya harga Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang sering dikeluhkan orang tua siswa," kata Mastiawaty .

Mastiawaty mengharapkan agar DPRD Bone dapat meninjau harga LKS di sekolah yang sangat memberatkan orangtua siswa yang tidak mampu karena salah satu penyebab beberapa siswa putus sekolah disebabkan tidak mampu membeli LKS yang begitu mahal.

Adapun sasaran dari program ini menurut Ketua PKBM Media Mandiri, Herny Nawir, SH adalah pekerja anak yang putus sekolah dari keluarga miskin dengan tujuan untuk menarik anak tersebut agar melanjutkan kembali ke dunia pendidikan, baik formal maupun non formal. Penerima beasiswa sebanyak 35 orang dan pelatihan khusus/percetakan akan dibina selama tiga hari, sebanyak 18 orang yang didampingi PPA dari Kementerian Sosial Tenaga kerja dan PKH dari Kementerian Sosial.

"Pekerja anak sangat bertentangan UU Perlindungan Anak. Kalau ada orang tua yang mempekerjakan anaknya dibawah umur 18 tahun maka itu sebenarnya sudah melanggar UU Perlindungan anak karena sudah termasuk mengeploitasi anak. Demikian juga penjualan LKS di sekolah yang sangat dikeluhkan para orang tua, padahal LKS bisa dibuat oleh guru tanpa harus dijual atau dibeli di toko," kata A Asia A Pananrangi, Wakil Ketua DPRD Bone.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bone, A Muhclis Rasyid sudah menghimbau agar tidak ada lagi penjualan LKS. "Saya sudah menghimbau dan melarang para Kepala Sekolah agar tidak menjual lagi LKS karena itu sangat memberatkan bagi oang tua/wali siswa yang tidak mampu.

Pada saat kegiatan ini berlangsung juga terlihat hadir  Wakil Ketua DPRD Bone, A Asia A Pananrangi, Kepala Dinas Pendidikan Sosial, A Muchlis Rasyid, dan Amirullah, Kabid Kesos Dinas Sosial Kabupaten Bone. ONE

Kategori

Kategori