Showing posts with label WISATA. Show all posts
Showing posts with label WISATA. Show all posts

Mengenal Lebih Dalam Sejarah Desa Allamang Patue

WATAMPONE, timurnews.com --- Desa Allamang Patue merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone. Letak Allamang Patue yang jauh dari pusat kota Watampone tidak membuatnya sebagai desa tertiggal dalam segala hal. Bahkan desa Allamang Patue ditahun 2013 ini masuk menjadi nominator salah satu desa andalan pemerintah Kabupaten Bone untuk menjadi perwakilan lomba pembangunan desa tingkat Provinsi.

Pada mulanya, Desa Allamang Patue hanya merupakan perkampungan kecil yang dihuni oleh beberapa orang. Pada saat itu, desa ini ebih dikenal dengan sebutan nama 'Kampung Bunne'. Dibalik kesederhanaannya, Desa Allamang Patue mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi, khususnya bagi Kabupaten Bone, Wajo, Soppeng dan Sulawesi selatan pada umumnya.

Pada tahun 1582, Raja Bone ke tujuh, La Tenri Rawe dan Raja Bone ke Sebelas, Labung Kace Tau Dama serta Raja Soppeng ke 12 La Mataesso Punglipu mengadakan suatu perjanjian persahabatan yang lebih dikenal dengan perjanjian "Tellu Poccoe"..

Hasil dari janji atau ikrar tersebut dan sebagai tanda akan terjalinnya kata sepakat persahabatan ketiga raja maka ditanamlah sebuah batu besar yang disebut 'Mallamung Patu'. Letak dari batu tersebut sekitar satu kilometer sebelah selatan desa Allamang Patue dan batu tersebut sampai sekarang tetap ada.

Persahabatan dari ketiga raja tersebut sebagai sejarah dari desa Allamang Patue. Sehingga pada tahun 1964 Allamang Patue resmi dijadikan suatu desa yang saat ini meliputi tiga dusun yaitu Dusun Bunne, Dusun Sumpang Lawo dan Dusun Kawerang.

Mayarakat Desa Allamang Patue memiliki sebuah motto 'Rebba Sippatokkong, Mali Siparappe' yang artinya Dengan Semangat Gotong-royong Kita Laksanakan Pembangunan. Motto tersebutlah yang menjadi motifasi desa yang dipimpin Andi Murni R selaku Kepala Desa untuk terus berkembang dan meningkatkan pembangunan desa bersama masyarakatnya. IQ

Menikmati Hamparan Taman nan Asri


MAKASSAR, timurnews.com --- Terletak di dataran tinggi Sulawesi Selatan, Malino Highlands  memberikan jawaban atas  kerinduan para wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara untuk bisa menikmati  ketenangan alam dengan segala fasilitasnya yang menawan.

Terbentang di atas tanah seluas 900 hektare, hampir sebagian besar lahan merupakan  taman asri  yang  luas sepanjang mata memandang, yang merupakan bagian terindah dari   kawasan wisata  Malino Highlands. Dataran tinggi  perbukitan  Malino,  dikelilingi oleh  perkebunan teh hijau yang subur dan terawat dengan baik , ditemani gemericik  suara air terjun  yang menawarkan suasana nyaman, serta udara  pegunungan yang segar. Semua ini   akan membawa  para wisatawan menikmati kecantikan alamnya dalam suasana yang damai, sekaligus dapat melupakan aktivitas rutin sehari-hari yang seringkali menjenuhkan.

Berjarak  90 km dari timur Kota  Makassar, dengan    ketinggian  1.800 meter di atas permukaan laut serta  suhu rata-rata antara  12-23 derajat Celcius sepanjang tahun, Malino Highlands  menawarkan aktivitas luar ruangan (outdoor activities) seperti  paralayang, menunggang kuda, bungee trampolines, cross country running,  bersepeda, serta festival layang–layang dan lain sebagainya.

Adapun tiga konsep utama yang ditawarkan,  pertama adalah konsep organics yang merupakan filosofi yang sangat penting bagi keseluruhan  desain arsitektur dari Malino Highlands. Hal ini mempunyai tujuan untuk membangun hubungan yang harmonis antara desain arsitektur dan alam sekitarnya, sehingga antara alam dan bangunan yang ada terjalin kesinambungan.

Konsep kedua  adalah healing. Alam memiliki kemampuan untuk  penyembuhan (healing). Dengan desain  arsitektur yang  mendukung dapat tercipta   suasana  yang   memberikan kekuatan secara rohani  bagi manusia yang berada di sekelilingnya,   sehingga dapat memberikan kemampuan untuk penyembuhan . Lingkungan  yang  menyatu dengan  alam memberikan ketenangan spiritual bagi pengunjungnya.
Konsep ketiga  adalah materiality.  Penggunaan material bangunan merupakan faktor penting dalam pembangunan proyek ini.  Seluruh proyek dirancang dengan penggunaan bahan-bahan lokal yang ramah lingkungan.

Pengolahan material-material bangunan yang cermat,  yang tidak saja digunakan  untuk elemen struktural, tetapi juga digunakan secara  beragam sebagai ornamen arsitektural. Ditambah dengan  detail yang apik, hasilnya adalah  arsitektur Malino Highlands yang sangat indah. MAPPARENTA

Ribuan Pengunjung Padati Permandian Air Panas sulili

PINRANG, timurnews.com -- Ribuan pengunjung memadati Permandian Air panas Sulili, yang terletak di Desa Sulili Kecamtan Patampanua Kabupaten Pinrang. Pengunjung yang datang itu, tidak hanya berasal dari Kabupaten pinrang, melainkan Kabupaten Sidrap, Parepare, Makassar bahkan Kabupaten Polewali Mandar dan Majene Sulawesi Barat. "Selama libur akhir pekan ini, tidak kurang dari 3 ribu pengunjung yang memadati permandian ini," Kata Ismail petugas Taman Wisata.

Menurut Ismail pengunjung permandian itu mulai memadati taman wisata sejak pagi hari untuk menikmati air hangat yang bersumber dari permandian itu. Selain rekreasi mereka juga melakukan pengobatan, karena air permandian mengandung Belerang sehingga dapat menyembuhkan rasa gatal-gatal.

Sumber air panas, timbul secara alami yang ditampung pada bak sebelum dialirkan ke kolam-kolam permandian, sementara suhu air pada bak penampungan itu mencapai 100 derajat celsius dan kerap dijadikan oleh pengunjung mematangkan telur dengan cara merendam pada kolam tersebut. Tetapi jika air telah dialirkan ke kolam, suhuya sudah turun, sehingga pengunjung dapat menahan panas air yang ada di dalam kolam.

Dari sumber air panas yang ada pada bak penampungan tersebut, di alirkan melalui pipa yang ditanam di dalam tanah, sementara terdapat tiga kolam yang dijadikan kolam permandian dan dikuras tiga kali dalam sepekan. Kolam itu terdiri dari Kolam permandian untuk anak-anak dan orang dewasa. Jika air pada kolam sudah dingin, valve ( Kran) penampungan di buka, sehingga air panas mengalir ke kolam permandian, agar air tetap hangat.

Kordinator Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Advokasi lingkungan Hidup, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Alham) Hasjuddin mengatakan penataan lokasi permandian itu perlu diperhatikan, agar lebih menarik dari pengunjung yang datang dari berbagai daerah termasuk keamanan dan kebersihan perlu di perhatikan oleh pengelola.

Adapun pengunjung Aswin mengaku kerap menghabiskan masa liburan akhir pekan pada permandian air panas ini, sebab selain untuk rekreasi, juga di jadikan sarana pengobatan dari penyakit kulit seperti gatal-gatal. "Ini yang menjadi nilai plus dari permandian Air panas sulili," sebab menurut dia pengunjung tidak hanya datang bersenang-senang namun memberikan mamfaat bagi kesehatannya. Fadiyah Ardi


Melihat Lebih Dekat Pulau Kodigareng Keke


MAKASSAR, timurnews.com --- Akhir pekan ini liburan terasa lebih panjang mengingat besok Jumat, 29 Maret 2013 merupakan libur nasional. Jadi selama tiga hari tak ada salahnya memanjakan diri bersama keluarga atau pun kawan-kawan dengan mengisi liburan mengunjungi tempat-tempat wisata, di Kota Makassar cukup banyak pilihan yang dapat dijadikan tujuan berlibur salah satunya Pulau Kodiareng Keke.

Sejak  tahun 2011 lalu Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah memprogramkan sebagai Visit Makassar 2011. Sebagai tahun kunjungan wisata, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan sejumlah kawasan yang dijadikan tempat-tempat wisata pilihan baik bagi wisatawan lokal maupun manca negara.

Selain tempat wisata sejarah seperti Ford Rotterdam, wisata pantai dan pulau yang menjadi ikon Kota Makassar juga bisa dipilih sebagai alternatif obyek wisata yang menarik. Kali ini mari kita lebih dekat salah satu pulau wisata yang tak berpenghuni. Pulau ini bernama Kodigareng Keke yang berjarak 13,45 kilometer dari pusat Kota Makassar. Bentuk pulau ini memanjang dari Timur Laut ke Barat Daya, dengan luas sekitar satu hektare.

Pada sisi selatan pulau, pantainya tersusun oleh bongkahan karang yang berserakan berbentuk kerikil di beberapa bagiannya. Sedangkan pada sisi utara tersusun oleh pasir putih yang berukuran sedang dan halus dan bentuknya berubah megikuti Musim Barat dan Timur.

Untuk datang ke pulau ini karena belum adanya alat transportasi regular yang tersedia, maka pengunjung dapat menggunakan perahu motor carteran yang dapat memuat penumpang sebanyak 10 orang dengan biaya Rp 400 ribu. Walau pun pulau ini tak berpenghuni, namun pengunjung tetap dapat menikmati suasana pulau dengan pasir putihnya yang indah.

Pulau ini juga menyediakan fasilitas seperti resor bagi yang membutuhkan akomodasi dan juga  snorkeling.Bagi pengunjung yang tak menyukai snorkeling atau diving dapat menikmati aktivitas lainnya seperti bersantai di hamparan pantai berpasir putih. MAPPARENTA

Melirik Destinasi Wisata di Makassar


Diharapkan mampu menjadi lokomotif penggerak kepariwisataan di Sulsel 

MAPPARENTA
MAKASSAR, timurnews.com --- Pemerintah Kota Makassar telah menjadikan tahun 2011 sebagai tahun kunjungan wisata atau yang selama ini dikenal sebagai ‘Visit Makassar 2011’. Program yang dicanamkan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar telah mampu mendongkrak kepariwisataan di daerah ini.

Seiiring pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,  tahun 2012 makassar kembali akan menjadi pelopor utama pengembangan kepariwisataan di 24  kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Sehingga  tahun 2013 ini makassar diharapkan mampu menjadi lokomotif penggerak kepariwisataan di seluruh sulawesi dan pada tahun berikutnya yakni 2014 makassar telah menjadi motor pengembangan kepariwisataan untuk kawasan timur indonesia (KTI).

Adapun yang melatar belakangi Expected achievements  Visit makassar and beyond 2011-2014 yakni, Positioning Kota Makassar, peningkatan daya saing pemasaran dalam skala yang lebih luas dengan konsep pengembangan produk destinasi pariwisata unggulan baru. Mendukung makassar sebagai kota pelaksanaan mice di indonesia dengan destinasi pariwisata yang unik dan unggul serta mendukung makassar sebagai “port of call” kapal pesiar internasional. Diversifikasi obyek bagi wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan asal malaysia dan singapura “international direct flight”.

Di Kota Makassar cukup banyak destinasi wisata yang ditawarkan dan dapat dinikmati tentunya seperti wisata laut, pulau, sejarah, alam, kuliner dan tempat-tempat wisata lainnya. Adapun wisata pulau seperti Pulau Kodingareng Keke. Menuju pulau tersebut wisatawan akan disuguhkan dengan keindahan pemandangan pulau-pulau yang ada di Makassar. Setiba di pulau yang dituju berbagai jenis aktivitas pun dapat dilakukan seperti diving dan snorkeling, serta memancing di seputar pulau.

Tidak jauh dari pulau tersebut, juga terdapat Pulau Samalona sambil menikmati keindahan pulau dan suasana pantai, wisatawan bisa menikmati koktail dan sajian makanan ala barbeque plus aneka hiburan dan aktivitas menarik.  Seperti, voli pantai, jet ski, banana boat, pesta dansa  pantai, dan banyak lagi.
Tentunya Pemerintah Kota Makassar tidak hanya menyuguhi wisatawan dengan keindahan pulau dan pantai tapi masih banyak lagi objek-objek yang lainnya seperti, berwisata ditengah kota dengan suasana desa yang bisa ditemukan di Desa Lakkang.

Menuju ke Desa Lakkang tentunya harus menggunakan perahu.  Selama dalam perjalanan, pengunjung dapat menikmati suasana sungai dengan pohon bakau dan nipa. Bagi pengunjung yang hanya ingin berkunjung cuma sehari sebaiknya memulai perjalanan pada subuh hari dan bisa kembali pada malam hari karena masyarakat setempat telah memulai mengoperasikan perahu-perahu mereka pada subuh  dan berakhir pada pukul 22.00 WITA.

Setelah sampai di daratan Lakkang maka akan ditemukan penduduk yang ramah dan fasilitas yang cukup memadai. Pengunjung pun siap menikmati alam desa wisata ini yang sangat indah, jauh dari kesibukan kota serta polusi. Bahkan, berbagai macam hasil kebun penduduk setempat khususnya buah-buahan pun menjadi sajian yang menarik untuk para tamu, di samping suasana persawahan dan tambak yang tak kalah menarik.

Di Kota Makassar juga terdapat tempat wisata yang bisa dijadikan alternatif yakni Danau Balang Tonjong kawasan yang selama ini hanya dianggap resapan air, oleh warga sekitar kerap dijadikan tempat memancing yang nyaman di sore hari atau di akhir pekan.

 “Jika ruang terbuka hijau dilengkapi jogging track, maka danau Balang Tonjong juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas sebagai penopang wisata air dan selanjutnya akan dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar,” kataIr. H. Rusmayani Madjid M.Sp, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kota Makassar. MAPPARENTA





Tempat eksekusi Osama jadi taman wisata


Timurnews.com --- Pejabat pariwisata Pakistan telah mengumumkan rencana untuk membangun taman hiburan senilai USD 30 juta atau sekitar Rp 291 miliar di sebuah kota yang terletak di Lembah Orash, Abbottabad. Menariknya, daerah tersebut sempat menjadi perhatian dunia karena menjadi tempat eksekusi Osama bin Laden, pimpinan al Qaeda.

Di situs seluas 50 are tersebut, pemerintah rencananya akan membangun kebun binatang, restoran, wahana olahraga air, taman golf, panjat tebing dan paralayang. Namun, muncul tudingan atas usaha pemulihan citra kota karena penangkapan Osama di Abbottabad.

"Proyek ini tidak ada hubungannya dengan Osama bin Laden," tegas Syed Aqil Shah, menteri pariwisata dan olahraga untuk provinsi Kyber Pakhtunkwa, Pakistan, kepada Sky News.

Jamaluddin Khan, selaku wakil dari Syed, mengatakan kepada Reuters bahwa proyek ini akan memakan waktu hingga lima tahun. Proses pengerjaan akan dimulai pada akhir Februari atau awal Maret tahun ini.

Menurut website resmi Kementerian Pariwisata Pakistan, Abbottabad adalah sebuah resor musim panas yang populer dan kawasan pintu gerbang untuk memulai petualangan ke pegunungan. (*)

Tanjung Bira Surga di Ujung Selatan Sulawesi

TIMURNEWS.com-Tanjung Bira Surga di Ujung Selatan Sulawesi, Tanjung Bira merupakan sebuah daratan di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan yang menjorok ke Laut Flores, tepatnya Tanjung Bira berada di kecamatan Bonto Bahari kabupaten Bulukumba.

Jika perjalanan dilakukan dari Kota Makassar, kita akan melalui jalan poros yang rutenya sedikit memutar menyusuri pantai selatan Pulau Sulawesi. Di beberapa tempat selama perjalanan sahabat akan di manjakan oleh pemandangan pantai di satu sisi dan pegunungan di sisi lainnya. Jarak Tanjung Bira dari Makassar kurang lebih 200 KM, ditempuh kira-kira selama 4 sd 5 jam perjalanan.

Apa saja yang ada di tanjung bira?
Yang paling menawan adalah hamparan pantai pasir putihnya yang sangat indah. Yang unik dari pantai tanjung bira ini adalah pasir pantainya yang sangat lembut persis tepung. Berbeda dengan kebanyakan pantai berpasir putih yang umumnya memiliki karakter pasir yang sedikit kasar. Di tanjung ini ada dua sisi pantai, yaitu di sisi barat dan sisi timur. Namun sepertinya para pengunjung lebih menikmati pantai di sisi barat.

Pantai pasir

Pantai Tanjung Bira sepertinya sudah dikelola dengan baik, pantainya begitu bersih , rapi dan terawat. Air pantainya berwarna biru muda dan sangat jernih, dari sana kita bisa melihat indahnya lautan biru sejauh mata memandang yang pasti indah sekali.

Berbagai aktifitas liburan bisa kita lakukan di sini, dari sekedar berjemur sambil menikamati indahnya lautan atau berbasah-basahan di tepi pantai. Di beberapa bagian tepian pantai ada banyak terumbu karang, kita bisa jalan-jalan sambil menikmati macam-macam satwa laut seperti ikan-ikan kecil, bintang laut, kepiting dsb. Jika berjalan-jalan di bibir pantainya be careful ya karena banyak babi laut dan karang yang tajam.

Banana Boat

Ada juga penyewaan Banana Boat jika ingin berkeliling di sekitar pantai. Tapi yang menurut saya tak boleh Anda lewatkan adalah menikmati keindahan bawah laut di perairan sekitar tanjung bira, kita bisa menikmati keindahan terumbu karang dengan berbagai macam satwa lautnya yang sangat indah.

Ada beberapa spot untuk snorkeling maupun diving disana, yang paling dekat adalah di sekitar pulau liukang loe, pulau kecil persis di seberang pantai barat tanjung bira. Untuk ke sana kita harus menyewa perahu yang siap pakai di pinggir pantai tanjung bira, harganya pun relatif murah hanya sekitar 250 ribu untuk maksimal 10 orang.

Penangkaran penyu

Di perairan Pantai liukang anda bisa menjumpai penangkaran penyu, jika anda ingin merasakan sensasi berenang bersama penyu, anda hanya perlu mengeluarkan uang 10 ribu rupiah. Di sana pun sudah siap restoran adi jika Anda merasa lapar setelah menikmati keindahan bawah laut pulau Liukang Saatnya menikmati makan di tengah lautan.

Pembuatan kapal Pinisi

Jika anda berwisata ke bira ada baiknaya Anda menyempatkan waktu untuk mengunjungi Desa Ara dan Desa Tanah beru untuk melihat pembuatan kapal Pinisi yang terkenal itu. Demikianlah sehingga dikabupaten Bulukumba digelar Surga di Ujung Selatan Sulawesi bisa di jumpai di Tanjung Bira, cobalah untuk menyegarkan kembali diri sahabat setelah melakukan rutinitas sehari-hari berwisata ketanjung bira.

Angry Birds Tembus 263 Juta Pengguna Aktif


Espoo, timurnews.com ---- Rovio, pengembang seri game populer Angry Birds, sukses dengan game andalan mereka tersebut yang mencatat 263 juta pengguna aktif hingga akhir Desember 2012.

Selain pengguna aktif yang telah mencapai 263 juta pengguna, Rovio juga mengakhiri 2012 dengan lebih dari satu miliar unduhan, yang 30 juta di antaranya terjadi selama libur Natal lalu, demikian dilansir Ubergizmo.

Dalam posting-an blog di situs perusahaannya, perusahaan pengembang game asal Finlandia itu menyatakan bahwa tahun 2012 adalah tahun yang telah menjadi tonggak sejarah bagi perusahaan mereka.

"Akan ada lebih banyak kejutan pada 2013 ini, tunggu saja kabar terbaru dari kami," ujar juru bicara Rovio dalam blog perusahaannya. Tahun lalu, Rovio merilis sejumlah judul game seperti Angry Birds Space, Bad Piggies dan Angry Birds Star Wars.

Bahkan Rovio merilis judul Angry Birds pada Samsung Smart TV, sehingga memungkinkan Anda untuk memainkan Angry Birds pada televisi untuk pertama kali.

sumber : ilah.com

Melirik Potensi Wisata di Kolam Pemandian Majang

Tradisi Masyarakat Majang, Mandi Tolakbala Dan Mudahkan Jodoh Di Rabu Akhir Sapar

BONE, timurnews.com ---  Rabu, 9 Januari 2013 beberapa hari yang lalu, merupakan hari Rabu terakhir di bulan Sapar 1434 Hijriah. Tidak sedikit orang yang beranggapan kalau hari tersebut merupakan hari 'bala' sedunia (Arba Mustamir). Bahkan para orang tua banyak pula yang beranggapan kalau hari Rabu akhir Sapar, sangat baik untuk seorang anak yang baru mau memulai mengaji/membaca kitab suci Al-Qur’an.

(foto:kelurahanmajang.blogspot.com)
Namun dibalik itu semua, ada hal menarik di Rabu akhir Sapar 1434 Hijriah ini. Sebagaimana tradisi yang sering dilaksanakan masyarakat Kelurahan Majang, Kecamatan Taneteriattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Masyarakat Kelurahan Majang, setiap Rabu Akhir Sapar melakukan tradisi mandi 'tolak bala' untuk keselamatan dan enteng jodoh bagi para gadis. Di sumur tua Kelurahan Majang yang kini beralih menjadi kolam permandian dengan sumber airnya dari sumur tua Majang tersebut, telah menjadi tradisi tahunan.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat, Suradi, 50 yang juga mantan Kepala Desa Majang sebelum beralih status menjadi Kelurahan Majang, tradisi masyarakat majang mandi tolak bala atau keselamatan setiap tahun dilaksanakan, tepatnya setiap Rabu akhir bulan Sapar tahun Hijriah.

“Ini sudah tiga tahun berturut-turut dilakukan. Pernah dulu tidak dilakukan akhirnya banyak kejadian-kejadian aneh yang menimpa Kelurahan Majang. Akhirnya kami duduk bersama dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, para orang tua dan kepemudaan masyarakat majang membahas melakukan kembali ritual “Cemme Sapareng” (mandi di Bulan Sapar). Dari duduk bersama ini, akhirnya diputuskan untuk kembali melaksanakan ritual Cemme Sapareng dan penggagasnya adalah Ustads Abidin (Imam Majang),” ucap Suradi.

Suradi lebih lanjut menjelaskan kalau dahulu kala, konon kabarnya, masyarakat diluar Kelurahan Majang, setiap hari Rabu Akhir Sapar, berbondong-bondong dan beramai-ramai datang mengambil air di sumur tua Majang untuk dibawa ke rumahnya sambil diminum dan dijadikan obat, tolak bala, dan enteng jodoh bagi anak gadisnya. “Kegiatan itu bukan hanya dilakukan masyarakat Majang tetapi banyak pula masyarakat dari luar mengambil air dari sumur tua Majang yang kini sudah ditampung airnya dan menjadi kolam permandian serta irigasi bagi persawahan di Majang dan sekitarnya,” katanya sambil menunjukkan lokasi sumur tua Majang yang berdampingan dengan kolam permandian.

“Air sumur tua Majang tidak pernah surut walau musim kemarau melanda. Sehingga sewaktu orang tua saya menjadi Kepala Desa Majang, maka dia berinisiatif menampung air sumur tua tersebut yang mengalir begitu saja. Keinginan atau inisiatif orang tua, akhirnya saya wujudkan dengan menembok disekelilingnya dan menjadi kolam permandian. Sejak menjadi kolam permandian maka semakin ramai dikunjungi warga. Terutama kalau hari libur dan puncaknya akhir Rabu di Bulan Sapar,” jelas Suradi.

Hal senada diungkapkan Sabri,45 salah seorang tokoh kepemudaan masyarakat Majang. Menurutnya kalau ini dikelola dengan baik maka dapat menjadi aset karena dapat dijadikan objek wisata. “Setiap hari libur, permandian ini selalu ramai dikunjungi orang karena air bersih sebab mengalir terus dan kolamnya selalu dibersihkan oleh warga. Apalagi kalau kegiatan Cemme Pasapareng, banyak warga dari luar Kelurahan Majang dating ke sini untuk mandi-mandi, mengambil air sekaligus menonton ritual Cemme Pasapareng,” tuturnya.

“Agar Cemme Pasapareng ini lebih menarik ditonton oleh masyarakat maka dilakukan adu pukul bantal di atas batang pinang yang sudah dilumuri oli dan sabun agar licin. Selain itu dilakukan pula lomba panjat pohon pinang di tengah kolam permandian. Pohon pinang yang sudah dilinkan tersebut ditancapkan di tengah kolam permandian lalu diberi tali pengikat agar tumbang saat dipanjat,” ungkap Sabri.

Akhir dari Cemme Pasapareng atau mandi tolak bala di akhir Rabu Bulan Sapar dilaksanakan ritual dengan membawa sesajen di sumur tua sambil mengambil air di sumur tua tersebut untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. ONE 

Jaga Temuan Prasejarah dari Aktivitas Tambang

Arachnida di gua di kawasan karst Kab. Maros, Sulawesi Selatan


Dusun Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang menjadi bagian kawasan karst Maros-Pangkep, didorong menjadi kawasan lindung khusus. Langkah tersebut bertujuan membebaskan kawasan karst yang kaya akan keragaman hayati dan temuan prasejarah dari ancaman pertambangan marmer.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Amran Ahmad, Rabu (29/8), mengatakan, Kementerian Kehutanan perlu menetapkan Rammang-Rammang sebagai zona khusus karena fungsinya sebagai daerah penyimpan air dan menyimpan banyak temuan prasejarah.

Kawasan Rammang-Rammang cukup unik karena lokasinya terpisah dari rangkaian karst yang sambung-menyambung dari Kabupaten Maros hingga Pangkajene Kepulauan seluas 43.750 hektar. ”Lokasi Rammang-Rammang terlalu dekat dengan pertambangan semen milik PT Bosowa sehingga tidak masuk kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TNBB),” ungkap Amran yang menggagas pembentukan TNBB pada 2004.

Menurut dia, Rammang-Rammang memenuhi syarat menjadi kawasan lindung khusus karena berfungsi sebagai penyimpan air dan sarat dengan temuan prasejarah. Status itu diharapkan efektif menjaga Rammang-Rammang dari ancaman pertambangan semen dan marmer.

Kandungan air dimanfaatkan oleh 300 keluarga yang mayoritas hidup sebagai petani di Rammang-Rammang dan sekitarnya. Menurut Daeng Kulle (42), petani di Rammang-Rammang, air digunakan warga setempat untuk menanam padi tiga kali setahun.

Kepala Sub-Bagian Tata Usaha Balai TNBB Dedy Asriady mengatakan, dalam zonasi TNBB yang baru disahkan April 2012, Rammang-Rammang belum masuk dalam zona khusus dan zona religi, budaya, dan sejarah seluas 4.378,64 hektar. ”Fungsinya sangat penting sebagai laboratorium penelitian sejarah, ekologi, dan wisata,” ungkapnya. (RIZ)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Jodhi Yudono

Sisa-sisa Keganasan Tsunami Itu Jadi Obyek Wisata

PLTD Apung I ,Desa Punge, Blancut, Banda Aceh


Tanggal 26 Desember 2004, Provinsi Aceh dilanda tsunami hebat setelah diawali gempa berkekuatan 8,9 SR. Kota-kota di pesisir pantai di provinsi itu hancur luluh, bahkan rata dilanda gelombang tsunami. Kota Banda Aceh pun seketika lumpuh total. Korban pun berjatuhan hingga ratusan ribu orang. Keganasan tsunami itu membuat negara-negara sahabat mengulurkan bantuan untuk membangun kembali Aceh seperti sedia kala. Bantuan pun mengalir deras. Relawan dari berbagai negara datang ke Kota Banda Aceh saat itu.

Kini, kalau Anda memiliki kesempatan berkunjung Kota Banda Aceh, luangkanlah waktu Anda untuk mengunjungi sisa-sisa keganasan tsunami delapan tahun yang lalu itu. Jarak satu destinasi wisata dengan destinasi lain tidak begitu jauh. Pemkot Banda Aceh menjadikan destinasi wisata tsunami sekarang ini untuk menarik kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya.

Kalau dulu, warga negara asing datang ke Aceh untuk mengulurkan bantuan, kini mereka ke Aceh untuk melihat hasil kerja mereka dan berwisata sekaligus merenung dan menyaksikan betapa dahsyatnya amukan tsunami di provinsi paling barat Indonesia tersebut.

PLTD Apung

Awalnya PLTD Apung berbobot sekitar 2.600 ton ini berada di pelabuhan Ulee Lhee, Banda Aceh, yang jaraknya lebih kurang 4 km dari lokasinya sekarang. Keganasan tsunami menghanyutkan PLTD Apung yang menghasilkan listrik 10,5 MW itu ke permukiman penduduk, menghancurkan bangunan yang dilewati hingga berhenti di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Lokasi PLTD Apung tidak jauh dari pusat kota Banda Aceh. Bahkan kalau Anda senang berjalan kaki, tempat ini bisa ditempuh dengan 45 menit ke arah barat Masjid Raya Baiturrahman, atau Anda bisa naik becak beberapa menit saja. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, hanya butuh waktu 5-10 menit.

Setiap sore, PLTD Apung yang awalnya didatangkan dari Kalimantan Barat ini selalu ramai oleh warga Aceh dan wisatawan. Sebagai daerah tujuan wisata, monumen PLTD Apung seluas 2 hektar ini tertata cukup baik. Di sekitar taman, berdiri Taman Edukasi Tsunami yang berisi catatan sejarah serta foto-foto dampak tsunami. Hanya saja sarana pendukung obyek wisata ini kurang mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya, seperti keberadaan toilet dengan bangunan yang bagus, tetapi jauh dari kesan bersih.

Menurut Rizal, pemandu wisata yang membawa rombongan fam trip Garuda Indonesia pada 28 November 2012, sebelum terjadi tsunami, ada 11 awak di dalam kapal PLTD Apung. Ketika tsunami datang, terombang-ambinglah PLTD tersebut. Sebanyak 10 awak melompat dari kapal, sementara satu awak yang tetap tinggal di kapal justru selamat.

Pengunjung pun bisa menaiki PLTD Apung. Dari atas kapal, terhampar pemandangan Bukit Barisan, rumah-rumah penduduk di Desa Punge Blang Cut dan jauh di sana Samudra Indonesia. Merenunglah di sini untuk merekam ulang ingatan Anda betapa kuat dan ganasnya tsunami yang melanda bumi Aceh kala itu sehingga PLTD Apung sampai terbawa hanyut hingga ke daerah pedalaman.

Kapal di atas rumah

Obyek wisata tsunami berikutnya adalah kapal nelayan di atas rumah yang berada di Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Hampir sama dengan keberadaan PLTD Apung, kapal ini juga terletak di tengah kompleks perumahan sehingga disarankan tidak menggunakan bus berukuran besar untuk mendatangi lokasi karena sempitnya jalan ketika memasuki permukiman yang kini menyandang sebagai desa wisata itu.

Gampong Lampulo merupakan salah satu gampong (kampung) terparah saat peristiwa gempa dan tsunami tahun 2004. Kapal nelayan sepanjang 18 meter itu kini tersangkut di lantai 2 kediaman Ibu Abasiah, salah satu korban tsunami yang selamat.

Saat ini sebagian besar kondisi kapal sudah mulai keropos. Kayu-kayunya sudah mengelupas dan rapuh. Pengunjung pun perlu hati-hati jika ingin melihat kapal dari dekat. Pemerintah setempat perlu segera melakukan langkah renovasi untuk tetap memelihara keberadaan kapal nelayan ini sebagai obyek wisata tsunami.

Museum Tsunami

Kurang lengkap rasanya bila mengunjungi Kota Banda Aceh tidak singgah di Museum Tsunami. Desain Museum Tsunami dimenangkan oleh M Ridwan Kamil, dosen ITB, sedangkan pembangunannya dilakukan BRR NAD-Nias. Bila diperhatikan dari atas, museum ini laksana gelombang tsunami, tapi jika dilihat dari samping tampak seperti kapal dengan cerobong asapnya.

Museum ini memang menyajikan rekam jejak tsunami dalam berbagai media seperti audiovisual, serta berbagai foto dan alat peraga tsunami. Ketika memasuki halaman museum, pengunjung akan menemukan bangkai helikopter milik Polri yang menjadi saksi bisu korban tsunami. Helikopter itu tidak sempat terbang karena sudah terlebih dahulu "dihajar" gelombang tsunami.

Sayangnya, beberapa alat peraga sudah mulai tidak berfungsi di Museum Tsunami, seperti film 4D atau empat dimensi. Menurut Rizal, melalui film 4D ini pengunjung bisa merasakan detik-detik datangnya tsunami disertai siraman air laut. Demikian pula alat peraga untuk simulasi gempa, perangkat itu mengalami nasib yang sama karena kendala teknis. Padahal di sinilah letak kelebihan Museum Tsunami, untuk memberikan pembelajaran dan pemahaman betapa kuatnya gempa dan dahsyatnya gelombang tsunami ketika melanda Bumi Serambi Mekkah delapan tahun yang lalu.
Editor :
I Made Asdhiana

Destinasi Wisata Makassar Bertambah


MAKASSAR --- Beberapa waktu lalu, tepatnya 21 Desember 2012 Pemerintah Kota Makassar meresmikan dua proyek obyek wisata yakni Anjungan Bugis Makassar dan masjid terapung Amirul Mukminin di kawasan Pantai Losari. Dengan diresmikannya Anjungan Bugis Makassar, ruang publik yang terdapat di kawasan Pantai losari bertambah menjadi dua, dari total tiga anjungan yang direncanakan di kawasan tersebut.
Selama ini warga Makassar dan sekitarnya hanya bisa mengunjungi dan menikmati anjungan bahari yang dikenal sebagai anjungan Pantai losari. Dan, dengan diresmikannya anjungan Bugis Makassar, maka ruang gerak pengunjung menjadi lebih luas serta lebih memanjakan masyarakat Sulawesi Selatan. Tahun ini pun akan diresmikan anjungan Mandar Toraja.
Dihadirkannya tiga anjungan ini dengan menggunakan nama-nama suku yang terdapat di Sulawesi Selatan menjadi cermin keberagaman kebudayaan di Sulawesi Selatan. Keberhasilan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dalam melakukan penataan Kota Makassar dengan menghadirkan ruang-ruang publik, tentunya menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
Bahkan beberapa waktu lalu, saat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar menggelar pameran di Brunei Darussalam, pihak Brunei menyatakan kekagumannya dengan keberadaan masjid terapung Amirul Mukminin di kawasan Pantai Losari. Masjid Amirul Mukminin ini diresmikan bersamaan dengan Anjungan Bugis Makassar di Pantai Losari.
Menurut informasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, Pemerintah Brunei Darussalam  berencana melakukan kunjungan dan mempelajari masjid terapung Amirul Mukminin yang bakal diadopsi di negeri mereka. Keberadaan dua anjungan dan masjid terapung itu, makin menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Makassar.
Untuk mereka  yang melakukan wisata religi, saat berada di dalam masjid setelah melakukan ibadah  dapat pula sekaligus menikmati keindahan Kota Makassar, khususnya di kawasan Pantai losari. Para pengunjung selain bisa menikmati suasana Pantai Losari dengan melalui anjungan tersbut,  dapat pula menikmati wisata kuliner  di sekitarnya.
Konsep Pemerintah Kota Makassar yang akan menjadikan Makassar Waterfront City tidak main-main. Pembangunan ruang-ruang  publik yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar di wilayah pantai terus digalakkan.
Saat peresmian Anjungan Bugis Makassar dan Masjid Amirul Mukminin di kawasan Pantai Losari,  dihadiri Wali Kota Makassar serta Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menanam harapan, kelak di Kota Makassar masih ada tambahan lagi  ruang-ruang publik.
"Ruang publik di sebuah kota sangat penting. Inilah yang mempersatukan masyarakat kota di tengah-tengah huru-hara kota," kata Jusuf Kalla. Menurutnya,  jika dibandingkan dengan kota-kota lain, Makassar merupakan kota paling ideal untuk menambah ruang berkumpul bagi masyarakat.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin pun menyatakan kebanggaannya terhadap proyek yang telah ditunggu-tunggu warganya. "Ini seperti mimpi yang telah menjadi kenyataan. Bermula pada 2004, proyek revitalisasi kawasan Pantai Losari ini dimulai dari prakarsa Wakil Presiden ketika itu, Bapak Jusuf Kalla".

Ilham menambahkan, kawasan Pantai Losari akan dijadikan simbol empat suku yang terdapat di Kota Makassar, yang menjadi ikon serta simbol identitas Kota Makassar. "Metro Makassar hadir dengan profil patung tokoh Makassar. Dan, Anjungan Bugis Makassar menjadi identitasnya."

Destinasi Wisata Makassar Bertambah


MAKASSAR --- Beberapa waktu lalu, tepatnya 21 Desember 2012 Pemerintah Kota Makassar meresmikan dua proyek obyek wisata yakni Anjungan Bugis Makassar dan masjid terapung Amirul Mukminin di kawasan Pantai Losari. Dengan diresmikannya Anjungan Bugis Makassar, ruang publik yang terdapat di kawasan Pantai losari bertambah menjadi dua, dari total tiga anjungan yang direncanakan di kawasan tersebut.
Selama ini warga Makassar dan sekitarnya hanya bisa mengunjungi dan menikmati anjungan bahari yang dikenal sebagai anjungan Pantai losari. Dan, dengan diresmikannya anjungan Bugis Makassar, maka ruang gerak pengunjung menjadi lebih luas serta lebih memanjakan masyarakat Sulawesi Selatan. Tahun ini pun akan diresmikan anjungan Mandar Toraja.
Dihadirkannya tiga anjungan ini dengan menggunakan nama-nama suku yang terdapat di Sulawesi Selatan menjadi cermin keberagaman kebudayaan di Sulawesi Selatan. Keberhasilan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dalam melakukan penataan Kota Makassar dengan menghadirkan ruang-ruang publik, tentunya menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
Bahkan beberapa waktu lalu, saat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar menggelar pameran di Brunei Darussalam, pihak Brunei menyatakan kekagumannya dengan keberadaan masjid terapung Amirul Mukminin di kawasan Pantai Losari. Masjid Amirul Mukminin ini diresmikan bersamaan dengan Anjungan Bugis Makassar di Pantai Losari.
Menurut informasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, Pemerintah Brunei Darussalam  berencana melakukan kunjungan dan mempelajari masjid terapung Amirul Mukminin yang bakal diadopsi di negeri mereka. Keberadaan dua anjungan dan masjid terapung itu, makin menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Makassar.
Untuk mereka  yang melakukan wisata religi, saat berada di dalam masjid setelah melakukan ibadah  dapat pula sekaligus menikmati keindahan Kota Makassar, khususnya di kawasan Pantai losari. Para pengunjung selain bisa menikmati suasana Pantai Losari dengan melalui anjungan tersbut,  dapat pula menikmati wisata kuliner  di sekitarnya.
Konsep Pemerintah Kota Makassar yang akan menjadikan Makassar Waterfront City tidak main-main. Pembangunan ruang-ruang  publik yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar di wilayah pantai terus digalakkan.
Saat peresmian Anjungan Bugis Makassar dan Masjid Amirul Mukminin di kawasan Pantai Losari,  dihadiri Wali Kota Makassar serta Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menanam harapan, kelak di Kota Makassar masih ada tambahan lagi  ruang-ruang publik.
"Ruang publik di sebuah kota sangat penting. Inilah yang mempersatukan masyarakat kota di tengah-tengah huru-hara kota," kata Jusuf Kalla. Menurutnya,  jika dibandingkan dengan kota-kota lain, Makassar merupakan kota paling ideal untuk menambah ruang berkumpul bagi masyarakat.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin pun menyatakan kebanggaannya terhadap proyek yang telah ditunggu-tunggu warganya. "Ini seperti mimpi yang telah menjadi kenyataan. Bermula pada 2004, proyek revitalisasi kawasan Pantai Losari ini dimulai dari prakarsa Wakil Presiden ketika itu, Bapak Jusuf Kalla".

Ilham menambahkan, kawasan Pantai Losari akan dijadikan simbol empat suku yang terdapat di Kota Makassar, yang menjadi ikon serta simbol identitas Kota Makassar. "Metro Makassar hadir dengan profil patung tokoh Makassar. Dan, Anjungan Bugis Makassar menjadi identitasnya."

Kategori

Kategori