Showing posts with label UMUM. Show all posts
Showing posts with label UMUM. Show all posts

Mudik, Gunakan Kendaraan Aman dan Nyaman

AKBP Agussalim Kasat Lantas Polrestabes Makassar
AKBP AGUSSALIM KASAT LANTAS POLRESTABES MAKASSAR
MAKASSAR, TimurNEWS.com --- Sudah siap Mudik? Maka yang harus Anda persiapkan dan lakukan adalah menjaga kesehatan dan menggunakan kendaraan yang nyaman dan aman sehingga perjalanan sejak awal keberangkatan hingga daerah asal atau tujuan bisa tiba dengan selamat, aman, dan nyaman.

Mudik lebaran Idul Fitri merupakan momen tahunan bagi umat muslim, dimana momen seperti ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Biasanya yang menjadi pilihan berkumpul merayakan Idul Fitri adalah rumah orang tua.

Mungkin ada diantara kita, selama setahun ini tidak sempat bertemu dengan orang tua atau keluarga lainnya dikarenakan kesibukan pekerjaan, tapi berkesempatan tahun ini berkumpul bersama keluarga. Nah, jika jarak tempat anda dengan orang-orang yang ingin dikunjungi jauh yang harus menempuh perjalanan berjam-jam tak ada salahnya Anda mengikuti nasehat Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Agussalim.

Agussalim mengingatkan kepada masyarakat Kota Makassar yang akan mudik khusus yang berkendaraan roda dua, jika jarak tujuan jauh dan akan berboncengan sebaiknya tidak menggunakan sepeda motor tetapi menggunakan angkutan umum, jika sepeda motor harus juga diikutkan maka sebaiknya sepeda motor dinaikkan di mobil truk.

 Jika terpaksa harus menggunakan sepeda motor, maka beberapa hal harus diperhatikan khususnya kondisi kendaraan, dimana sebelum melakukan perjalanan terlebih dahulu memeriksa kendaraan, jika ada yang harus diganti maka diganti, salah satu contohnya ban. Kondisi kesehatan pengendara juga harus dijaga.

"Saya mengharapkan masyarakat yang akan mudik menggunakan kendaraan yang aman, nyaman sehingga selamat hingga tujuan," kata Agussalim.

Bagi masyarakat yang akan mudik menggunakan angkutan umum juga diminta cerdas memilih  dan menggunakan angkutan umum. Maksudnya masyarakat diminta memilih kendaraan yang bisa memberikan rasa aman, nyaman selama masa perjalan.

Hal tersebut disampaikan mengingat saat ini banyak kendaraan yang bukan untuk umum tapi digunakan untuk umum, kendaraan seperti itu hanya memberikan rasa nyaman tetapi belum tentu memberikan rasa aman bagi penumpangnya. Dimana banyak hak-hak penumpang tidak dapat diberikan jika terjadi hal-hal tidak diinginkan seperti kecelakaan. MP

Trans Studio Makassar Sajikan Sirkus Mother Africa

Selama pertunjukan pengelola berharap meraup keuntungan Rp 24 miliar.

MAKASSAR, TimurNews.com -- Sejak 14 Juni 2013, Sirkus Mother Africa menghibur pengunjung Trans studio Makassar. Kelompok sirkus yang langsung didatangkan dari Afrika tersebut berjumlah 27 personel dengan 25 penampilan. Untuk mendatangkan kelompok sirkus ini Trans Studio Makassar mengeluarkan biaya hingga Rp 4 miliar. Jika biaya yang dikeluarkan sampai sebesar itu, maka wajar saja jika pengunjung dikenakan biaya tiket masuk Rp 200 ribu per orang.

Dengan harga tiket tersebut pengunjung tidak hanya menikmati sederet penampilan memukau yang dipertunjukkan kelompok sirkus Mother Africa tetapi sudah termasuk bebas bermain dan menggunakan semua wahana yang ada di area Trans Studio Makassar tanpa biaya tambahan. Penampilan Mother Africa di Trans Studio berakhir pada 7 Juli 2013. Selama itu, pihak Trans Studio Makassar menargetkan jumlah pengunjung setiap harinya 5000 orang.

Perusahaan kongsi antara Para Group milik Chairul Tanjung dan Kalla Group milik keluarga Jusuf Kalla itu berharap selama pertunjukan dapat meraup Rp 24 miliar. Sebelumnya Trans Studio Makassar juga pernah mendatangkan sirkus Moskow dari Rusia dan Shaolin Kung Fu dan Circus China. Saat itu, jumlah pengunjung pernah mencapai 6.000 sehari. “Kenaikan harga tiket sebanding dengan pertunjukan yang disajikan kepada pengunjung,” kata Direktur Utama Trans Studio Makassar Eka Firman. Manajer Circus Mother Africa Winston Ruddle menyebutkan ini adalah pertunjukan pertama timnya di Indonesia. “Bedanya penampilan Mother Africa dengan sirkus yang lain pada kostumnya dan musiknya dibawakan secara langsung, juga tari-tarian khas Afrika,” ucapnya.

Circus Mother Africa sendiri pertama kali mengadakan tur pada 2004. Para penampil di sirkus itu berasal dari sekolah yang dibentuk Winston African Acrobatic Academy di Kinondoni, Tanzania. Dalam pertunjukan di Trans Studio, Mother Africa menggelar pertunjukan selama kurang lebih 2 jam. Pada hari biasa, pertunjukan dilakukan setiap pukul 16.00 Wita. Adapun pada Sabtu-Minggu digelar dua kali pertunjukan pukul 13.00 dan 16.00 Wita.

Beberapa pertunjukan yang ditampilkan di antaranya opening dance, menampilkan tarian khas Afrika diiringi live perkusi, foot juggling act, atraksi melempar guci, meja, dan kain menggunakan kaki. Atraksi ini juga diiringi oleh musik live serta nyayian khas Afrika. Diabolo act, menampilkan atraksi menggunakan alat semacam yoyo yang disebut diabolo dengan diiringi musik live, dan gumboot dance yang mengisahkan tentang kegiatan penambang Afrika di sela-sela waktu kerja mereka. Diisi dengan bernyanyi dan bermain musik menggunakan sepatu bootnya. Rolla–rolla act, hoola hoop, stilt dance, contortion dance, dish spinning, icarian dance, zullu dance, diakhiri closing act.

Foto-foto Korban Kekerasan Beredar Di Sidrap

SIDRAP, TimurNews.com --- Situasi di Laruwa Desa Teppo dan  Amparita Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap saat ini dinyatakan telah normal pasca bentrokan Minggu, 26 Mei 2013 lalu. Pemerintah dan polisi setempat berhasil mempertemukan pihak-pihak yang bertikai dan menemukan titik terang dimana kedua belah pihak berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi.

Keterangan pemerintah dan polisi kondisi memang sudah aman, tetapi ada pihak yang tak menginginkan kedua kubu tersebut berdamai dengan cara menyebar foto-foto yang diduga korban kekerasan di lokasi bentrokan via Blackbery Masenger (BBM). Menyebarnya foto-foto tersebut langsung mendapatkan perhatian khusus dari Kepolisian Sidrap.

Foto yang beredar tersebut menampakkan pemuda bertelanjang dada, penuh dengan luka pada bagian leher dan dada, akibat sabetan senjata tajam dan tergeletak di jalan. Sementara foto lain adalah seorang korban yang juga dalam kondisi menggenaskan.

"Foto-foto yang beredar itu sama sekali tidak dapat dipercaya," kata Kapolres Sidrap Ajun Komisaris Besar Anang Pujianto.

Adanya korban atas insiden yang melibatkan dua kampung di Kabupaten Sidrap, Anang Pujianto tidak membantah, diman dia mengatakan ada korban terkena lemparan batu, namun tidak separah pada foto-foto yang tersebar tersebut. Dia juga memastikan foto-foto tersebut bukan korban bentrokan antara desa yang terjadi di Kecamatan Tellulimpoe.

Adapun tindakan yang saat ini dilakukan terkait penyebaran foto, yakni melakukan penyelidikan dan menyelusuri motif penyebar foto yang di nilai mengandung unsur provokatif dan membahayakan keamanan antar kampung tersebut "Foto-foto itu bisa memicu, masalah baru dari kedua kelompok yang bertikai, sehingga kami himbau agar masyarakat  tidak mempercayai foto foto yang beredar itu,"kata Anang.

Walaupun kondisi telah dinyatakan sudah berangsur-angsur kondusif. Namun pengamanan masih terus dilakukan untuk mencegah bentrokan susulan. Polres Sidrap menurunkan 100 personil Pengendali Massa ( Dalmas) termasuk personil Brimob Detasemen B kota Parepare, serta Kodim 1420 Kabupaten Sidrap dan batalyon 721 Makkasau.

Camat Tellu Limpoe Muhammad Arsul juga mengatakan saat ini kondisi dilokasi bentrokan sudah kondusif, bahkan sejak pukul 21.00 wita  Minggu malam lalu, jalan poros Sidrap-Soppeng yang sempat di blokir, sudah dapat dilalui pengguna jalan. " Kondisi sudah aman, tidak ada lagi konsentrasi massa dari kedua kubu yang bertikai, dan mereka telah kembali menjalankan aktivitas sehari harinya." katanya.

Arsul juga meminta pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab penyebar foto - foto yang di duga sebagai korban pada pertikaian dua kampung di Kecamatan Tellulimpoe itu melalui BBM tidak lagi dilakukan."Sampai saat ini, ada dua korban, namun tidak separah pada foto yang beredar," kata Asrul.

Bentrokan dua desa bertetangga, Laruwa Desa Teppo dengan warga Amparita Kecamatan Tellu Limpoe  diduga bermula, saat perlombaan motocross  yang berlangsung di Sirkuit Salbi Stone Cruiser, Laruwa, Desa Teppo, Kecamatan Tellu Limpoe,  Minggu, 26 Mei  2013 dimana salah seorang warga hendak masuk ke arena balapan tanpa membeli karcis tanda masuk terlebih dahulu, sehingga terjadi adu mulut yang berujung pada bentrok fisik dengan menggunakan batu dan parang.

Dua warga dilaporkan mengalami luka akibat insiden itu. H. Nasyanto  mengalami luka akibat lemparan batu pada bagian kepala, dan Agussalim terkena sabetan parang di bagian lengan, sehingga dilarikan ke Puskesmas  Bilokka kecamatan Panca Lautang dan satu unit mobil dibakar massa yang diduga milik pelaku. PR

Anugerah Perpustakaan 2013 Kota Makassar

SMP Negeri 18 mewakili Kota Makassar dalam lomba perpustakaan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Juri Lomba Perpustakaan tingkat Kota Makassar
MAKASSAR, TimurNews.com --- Masyarakat yang maju merupakan masyarakat yang memiliki budaya baca yang tinggi. Namun, hingga kini minat baca di kalangan masyarakat khususnya Kota Makassar tergolong masih kurang. Mewujudkan minat baca tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak, di Kota Makassar cukup banyak taman baca yang tersebar. Baik di tingkat kelurahan dan kecamatan, termasuk perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah.

Sebagai sumber informasi dan tempat belajar, taman baca dan perpustakaan akan berfungsi dengan baik jika didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Pengelola perpustakaan atau pustakawan harus mempunyai tanggung jawab, dedikasi yang tinggi, berjiwa sabar dan memahami keberadaannya sebagai pelayan masyarakat. Selain itu harus bersifat proaktif dan suka menolong untuk menuntun masyarakat bagaimana cara mengakses dan memperoleh informasi.

Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan maka diharapkan keberadaan perpustakaan dapat menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat dan wahana rekreasi ilmiah serta menjadi pendorong bagi pertumbuhan dan pengembangan perpustakaan di Indonesia termasuk perpustakaan yang ada di daerah. Oleh karena itu pengembangan dan pembinaan perpustakaan dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan seluruh stakeholder mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Untuk mewujudkan amanah undang-undang ini, Pemerintah Kota Makassar melalui Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengelolaan Data, beberapa waktu lalu melaksanakan kegiatan lomba perpustakaan dan taman baca se-Kota Makassar dengan melibatkan beberapa taman baca dan perpustakaan sekolah yang dibagi menjadi empat kategori. Yakni, kategori pertama Taman Baca Kecamatan, diikuti 14 Taman Baca Kecamatan, kategori kedua Taman Baca Kelurahan dan Kepulauan, diikuti 26 TBK, kategori ketiga perpustakaan SMP/MTs, diikuti 85 sekolah negeri dan swasta, dan kategori keempat perpustakaan SMA/MA/SMK, diikuti 79 sekolah negeri dan swasta, sehingga total peserta lomba 204.

Sebelum dewan juri yakni Drs. Syarifuddin Atje, M.Si, pemerhati perpustakaan dan Dosen Ilmu Perpustakaan; H. Salmubi, S.Sos., MM, Pustakawan dan Kepala Perpustakaan Politeknik Negeri Ujung Pandang; dan Hildawati Almah, S.Ag, Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar; memutuskan pemenangnya, peserta terlebih dahulu harus melalui beberapa tahapan penilaian.

Tahapan lomba yang menjadi penilaian dewan juri, yakni penilaian berkas bagi peserta yang telah mengisi kuesioner lomba dan memberikan data pendukung, setelah itu dewan juri melanjutkan dengan melakukan peninjauan lapangan dan penetapan finalis. Pada puncak kegiatan “Anugerah Perpustakaan 2013” yang diumumkan 23 Mei 2013, dewan juri terlebih dahulu memberikan kesempatan pada peserta dari keempat kategori untuk mempresentasikan kondisi dan kegiatan taman baca dan perpustakaan masing-masing di depan peserta lainnya.

Hasil penilaian kategori Taman Baca Kecamatan, poin pertama ditempati oleh Kecamatan Mamajang dengan perolehan nilai 423,33 menyusul Kecamatan Wajo 349, 67 poin dan Kecamatan Mariso 338,66 poin. Kategori Taman Baca Kelurahan terbaik, posisi pertama diraih Kelurahan Tamangapa 333,66 poin, Kelurahan PAI taman baca AL Kautsar, 320,33 poin dan Kelurahan Borong, 301,33 poin.

Kategori perpustakaan terbaik tingkat SMP/MTs negeri dan swasta, posisi pertama diraih SMP Negeri 18 Makassar dengan 484, 67 poin disusul SMP YP PGRI, 457, 33 poin dan SMPN 2, 446,33 sementara untuk kategori Perpustakaan Terbaik tingkat SMA/MA/SMK Negeri dan Swasta SMAN 3 Makassar berada pada posisi teratas dengan 508 poin disusul SMKN 1 Makassar, 447 poin dan terakhir SMA Katolik 444,66 poin.

Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengelolaan Data Kota Makassar Daniel Katto SE, MM, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada pengelola taman baca dan perpustakaan dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Daniel juga mengatakan Juli 2013 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengadakan empat kategori lomba yakni lomba bercerita, lomba perpustakaan umum, lomba perpustakaan tingkat SMP dan lomba pustakawan. Hasil penilaian lomba perpustakaan se-Kota Makassar, perpustakaan SMPN 18 Makassar mendapatkan nilai terbaik di antara semua peserta tingkat SMP. Maka SMPN 18 Makassar akan mendapatkan pembinaan dari dewan juri dan pelaksana kegiatan untuk persiapan lomba tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

“Masih ada satu bulan untuk melakukan persiapan-persiapan,” kata Daniel.

Kegiatan lomba perpustakaan dan taman baca terbaik se-Kota Makassar tahun 2013 yang dilaksanakan Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar baru-baru ini juga merupakan salah satu usaha menyiapkan wakil Makassar untuk mengikuti lomba perpustakaan di tingkat provinsi dan nasional tahun 2013. MAPPARENTA

Kategori

Kategori