Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Bebaskan Bone dari Narkoba


WATAMPONE, TimurNews.com --- Pemerintah Kabupaten Bone, mencanamkan Tahun 2014 merupakan tahun orang bone bebas narkoba. Pernyataan tersebut diucapkan Wakil Bupati Bone  H Ambo Dalle, saat membuka sosialisasi dan penyuluhan narkoba yang dilaksanakan SMAN 2 Watampone bekerjasama dengan dengan Badan Narkotik (BNK) Bone dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provensi Sulawesi Selatan di sekolah tersebut, Selasa, 30 April 2013.

Ambo Dalle menegaskan untuk membebaskan Bone dari narkoba maka harus dimulai dari birokrasi, jika ada pegawai yang narkoba maka kepala unit instansinya yang harus dicopot, kalau pelajar yang narkoba maka Kepala Sekolahnya yang diganti. Ambo Dalle juga meminta kepada BNK dan BNN melakukan sosialisasi dan penyuluhan pada sekolah lainnya termasuk SMP, menurutnya SMP juga rentang dengan narkoba.

"Semua guru di Kabupaten Bone yang jumlahnya kurang lebih 6000 harus bebas narkoba," kata Ambo Dalle.

Sosialisasi yang dilaksanakan tersebut menurut Kepala Sekolah SMAN 2 Watampone  Drs. Haidar bertujuan agar generasi bangsa tidak terpengaruh dan terlibat narkoba. "Mereka harus diberi pemahaman tentang bahaya penggunaan narkoba," kata Haidar.

Adapun pernyataan yang disampaikan Ketua BNK Bone, Andi Gunadil Ukra yakni, bone harus lebih cepat melakukan antisipasi terhadap apa yang  dicanangkan Presiden RI terkait himbauan bebas narkoba. Makanya perlu dilakukan sosialisasi dan penyuluhan pada masyarakat.

"Masyarakat kita harus masyarakat imun (mampu menangkal) tentang peredaran apalagi pemakaian narkoba, masyarakat harus bebas narkoba. Masalah narkoba bukan hanya urusan pemerintah tetapi tanggungjawab seluruh masyarakat," kata Andi Gunadil.

Ketua BNN Provinsi Sulsel, Kombes Pol Drs Richard M. Nainggolan, MM, MBA yang menhadiri langsung sosialisasi tesebut dan menjadi salah satu pemateri. ONE

Siswa SMP/MTs Bone Kerjakan Soal Fotokopi

WATAMPONE, TimurNews.com --- Hari ini Senin, 22 April 2013 Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berlangsung serentak, namun dalam pengerjaan soal juga kacau balau. Dimana masalah yang hampir sama dengan pelaksanaaan UN tingkat SMA juga terjadi dimana soal UN SMP/MTs di Kabupaten Bone juga mengalami kekurangan di beberapa sekolah penyelenggara, sehingga pihak penyelenggara berinisiap mengandakan soal dengan cara fotokopi.

Di SMPN 1 Watampone, satu ruangan yakni ruang I harus mengerjakan soal fotokopi karena soal yang asli tidak cukup di sekolah tersebut. Sebagaimana diungkapkan Kepala SMPN 1 Watampone, Drs Patanjengi kalau satu ruangan di sekolahnya mengerjakan soal yang sudah digandakan. Bahkan menurutnya kalau soal UN tersebut di fotokopi pada malam hari yakni Minggu malam, 21 April 2013.

"Soal digandakan semalam bersama dengan pihak disdik dan polisi," kata Patanjengi.

Pada saat sejumlah wartawan hendak mengambil gambar soal fotokopi yang dimaksud di dalam ruangan terjadi hambatan pengambilan gambar disebabkan adanya larangan dari petugas keamanan walaupun izin telah didapatkan dari kepala SMPN 1 Watampone, Drs Patanjengi sebagai penyelenggara UN.

"Apa gunanya saya disini kalau anda tidak melapor sama saya. Tidak ada yang boleh melewati batas pembatas ujian," ungkap salah seorang wartawan yang menirukan ucapan oknum petugas keamanan tersebut.

"Kalau alasan petugas keamanan melarang wartawan mengambil gambar pada saat UN berlangsung karena mengganggu konsentrasi peserta UN, mengapa Bupati dan rombongannya boleh memasuki ruangan peserta UN," kata wartawan tersebut. ONE


Siswa Bone Sambut UN dengan Dzikir dan Doa


ONE
WATAMPONE, timurnews.com --- Menyambut Ujian Nasional (UN) Tahun ajaran 2012/2013, Senin, 15 April 2013 mendatang ratusan siswa kelas XII SMAN 1 Watampone melaksanakan dzikir dan doa bersama Jumat, 12 April 2013. Tujuannya agar semua siswa yang mengikuti UN dapat berjalan sesuai yang diinginkan dan lulus dengan baik serta semua peserta termasuk pendidik terhindar dari bala bencana.

Menurut Kepala SMAN 1 Watampone, Masseppirang kalau Dzikir akbar dan doa bersama ini dimaksudkan agar semua siswa kelas XII yang akan menempuh UN, Senin, 15 April nanti dapat lulus semua, dan tentu pelaksanaan UN dapat berjalan sesuai yang diinginkan. Selain itu, dzikir akbar dan doa bersama ini dimaksudkan agar segenap pendidik dan kependidikan dan semua siswa serta seluruh komponen yang ada di SMAN 1 Watampone terhindar dari bala bencana.

"Sebagaimana temanya yakni melalui dzikir dan doa bersama kita luruskan niat, satukan tekad, gelorakan semangat demi menggapai suksesnya UN," kata Masseppirang Kepala SMAN 1 Watampone. UN kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana ada 20 paket soal dalam satu ruangan sehingga tidak memungkingkan siswa untuk bekerjasama.

Tahun ini, sebanyak 195 siswa SMAN 1 Watampone yang mengikuti UN dari tiga jurusan, IPA, IPS dan Bahasa. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di SMPN 1 Ulaweng Kabupaten Bone, walaupun pelaksanaan ujian untuk tingkat SMP, MTs baru akan dilaksanakan pada 22 April 2013 mendatang. Di sekolah ini bukan hanya dzikir dan doa bersama dilaksanakan akan tetapi pihak sekolah juga melakukan pertemuan dengan para orang tua/wali siswa.

Pertemuan itu dimaksudkan untuk memberi pemahaman kepada orang tua/wali siswa tentang sistem pelaksanaan UN tahun ajaran 2012/2013. Sekaligus pihak sekolah meminta dan menghimbau orang tua/wali siswa agar mengawasi dan mengarahkan anak-anak mereka di rumah.

"Semua orang tua/wali siswa kelas IX kami undang untuk menyatukan persepsi agar membina dan mendidik anaknya di rumah, khususnya kelas IX yang akan mengikuti UN," ucap M Rustang Kepala SMPN 1 Ulaweng. ONE


Ukuran Otak Bukan Penentu Evolusi Primata

TEMPO

Timurnews.com --- Pengorganisasian di dalam otak, dan bukan semata-mata ukuran otak, mungkin menjadi kunci perbedaan evolusi pada otak primata. Dan juga menjadi kunci kecerdasan mereka.

Dalam studi tersebut, peneliti mengamati 17 spesies dalam rentang waktu 40 juta tahun evolusi. Mereka menemukan perubahan ukuran relatif pada beberapa daerah otak tertentu ketimbang perubahan ukuran otak secara keseluruhan. Perubahan ini menyumbangkan tiga perempat dari proses evolusi otak selama rentang waktu itu.

Hasil penelitian yang diterbitkan 26 Maret lalu dalam Proceedings of the Royal Society B juga mengungkapkan bahwa kenaikan besar dalam korteks prefrontal otak memainkan peran penting dalam evolusi kera besar. "Untuk pertama kalinya, kami dapat mengidentifikasi apa yang begitu istimewa tentang proses organisasi otak kera besar," kata penulis studi, Jeroen Smaers, yang juga ahli biologi evolusi di University College London.

Secara tradisional, para ilmuwan telah berpikir bahwa kecerdasan superior manusia kebanyakan berasal dari fakta bahwa otak kita berukuran tiga kali lebih besar daripada kerabat terdekat manusia yang masih hidup, yaitu simpanse. Namun, ukuran besar tidak selalu lebih baik. Otak yang lebih besar mengambil lebih banyak energi. Dengan demikian, para ilmuwan berhipotesis bahwa reorganisasi otak bisa menjadi strategi cerdas untuk mengembangkan kemampuan mental.

Untuk melihat bagaimana organisasi otak mengevolusi primata, Smaers dan rekannya, Christophe Soligo, menganalisis irisan otak 17 primata yang berbeda. Perubahan yang didapat kemudian dipetakan berdasarkan ukuran otak ke pohon evolusi.

Seiring waktu evolusi, beberapa ukuran otak meningkat pada bagian lain. Kera besar, terutama manusia, terlihat mengalami peningkatan wilayah berwarna putih pada korteks prefrontal. Bagian ini memberi kontribusi kognisi sosial, penilaian moral, introspeksi, dan perencanaan tujuan.

Ketika kera besar menyimpang dari monyet sekitar 20 juta tahun yang lalu, daerah otak yang terkait dengan perencanaan juga mengalami peningkatan ukuran. Ini membantu mereka mengatur gerakan kompleks yang digunakan untuk memanipulasi alat, seperti mendapatkan makanan yang berbeda.

Monyet Gibbons dan Howler menunjukkan pola yang berbeda. Meski tubuh dan otak mereka tetap kecil dari waktu ke waktu, hippocampus yang berperan dalam tugas-tugas spasial cenderung meningkat ukurannya. Ini memungkinkan para monyet mahir dalam hal spasial dan mampu menghuni dalam berbagai lingkungan.

Berbagai Sumber

Kategori

Kategori